Jumat, 17 September 2010 08:14 WIB Ekonomi Share :

Hujan, panen garam merosot drastis

Surabaya–Cuaca yang tak menentu membuat petani garam di Romo Kalisari, Oso Wilangon, dan Benowo merugi. Produksi garam ketika musim normal yang bisa mencapai 250-300 ton, merosot drastis ke kisaran 50 ton.

“Siang nanti mau dipanen malah terendam air hujan,” keluh salah satu petani garam di Romo Kalisari, Juma’ Asim, Jumat (17/9).

Tak hanya merendam petak garam siap panen, hujan menggelontor tumpukan garam di pematang tambak. Para petani garam yang tak menyangka hujan turun tiba-tiba hanya bisa mengelus dada. Terlebih hal itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali tanpa bisa diprediksi. “Padahal ke depannya kami juga tak bisa bekerja karena sebulan dua bulan lagi sudah memasuki musim hujan.”

dtc/try

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…