Jumat, 17 September 2010 21:49 WIB Sukoharjo Share :

Bupati
Gakin Sukoharjo bakal didata ulang

Sukoharjo (Espos)–Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menganggap data warga miskin (Gakin) di Kota Makmur belum valid. Untuk itu, Gakin akan didata ulang.

Bupati mengatakan pendataan ulang Gakin tersebut dimaksudkan agar pemberian bantuan dan tunjangan sosial pada masa kepemimpinannya tidak salah sasaran. Pemutakhiran data Gakin di Sukoharjo setidaknya akan dilakukan pada tahun depan.

“Pendataan ulang Gakin harus dilakukan door to door dan by name. Agar data Gakin itu betul-betul valid,” ujar Wardoyo saat dijumpai wartawan di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (17/9).

Menurut catatan yang sudah ada, lanjut Bupati, jumlah Gakin di Sukoharjo sekitar 350.000 orang. Dalam pendataan ulang Gakin itu, Pemkab Sukoharjo akan melibatkan pihak ketiga. Yakni dari kalangan akademisi dari perguruan tinggi (PT).

“Data yang ada di Bappeda (Badan Perancanaan Pembangunan Daerah-red) itu masih perlu data ulang lagi. Keberadaan Gakin harus ditelusuri betul hingga tingkat bawah,” tegas dia.

Pendataan ulang itu akan dianggarkan pada tahun depan. Pemilihan kalangan akademisi sebagai pihak ketiga dalam pendataan ulang Gakin, karena dinilai lebih terpercaya. Ke depan, penyaluran bantuan bagi rakyat miskin pun akan disesuiakan dengan data baru tersebut.

Baik penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), serta bantuan-bantuan sosial lainnya.

Sasaran Gakin dalam program Bupati baru tentang santunan kepada keluarga miskin yang ditinggal mati keluarganya juga akan disesuaikan pada pendataan ulang itu.

Seperti diketahui, program bantuan tersebut pernah dijanjikan dan dimasukkan pada visi misi pasangan Wardoyo Wijaya-Haryanto saat mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo 2010-2015. Besarnya santunan itu yakni Rp 3 juta per Gakin. “Program-program kami akan mulai dilaksanakan tahun depan. Termasuk santunan orang meninggal dunia. Maka dari itu, agar tidak salah sasaran, data Gakin perlu diperbaiki,” urai Wardoyo.

Bupati Sukoharjo itu menginginkan, penyaluran bantuan sosial di Sukoharjo diterima sesuai dengan keadaan di lapangan. Jangan sampai, lanjutnya, orang mampu yang seharusnya tidak berhak menerima bantuan itu justru terdata sebagai Gakin.

“Semua bantuan sosial, seperti Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, pendidikan gratis dan santuan orang meninggal dunia akan mengacu pada data itu,” pungkas Wardoyo.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…