Jumat, 17 September 2010 15:20 WIB News Share :

2010 Pemkot Yogyakarta hanya buka 44 formasi CPNS

Yogyakarta–Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi hanya menyetujui 44 dari 400 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diajukan Pemerintah Kota Yogyakarta pada 2010.

“2010 Pemkot hanya membuka lowongan CPNS untuk 44 formasi, yaitu 13 tenaga medis dan 31 tenaga umum,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta Tri Widayanto di Yogyakarta, Jumat (17/9).

Jumlah formasi yang disetujui tersebut lebih sedikit dibandingkan jumlah formasi yang disetujui pada 2009 sebanyak 206 formasi.  Jumlah formasi 2010 yang disetujui tidak menyertakan formasi guru karena pemerintah pusat menilai jumlah guru di Kota Yogyakarta sudah mencukupi sehingga tidak memerlukan penambahan baru.

“Formasi tenaga teknis akan lebih dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah, seperti kelurahan dan kecamatan, sedangkan formasi tenaga medis akan lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di puskesmas,” katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penerimaan CPNS 2010 mewacanakan untuk menaikkan batas minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) pelamar dari 2,75 menjadi 3,00.
Kenaikan batas minimal IPK tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualifikasi pegawai yang diterima menjadi PNS Pemerintah Kota Yogyakarta meskipun standar penilaian IPK antarperguruan tinggi tidak sama, katanya.

Selain akan menaikkan IPK, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mewacanakan untuk memperluas tingkat pendidikan pelamar dari diploma tiga (D3) menjadi sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK), serta memprioritaskan penduduk yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Yogyakarta.

“Namun semua itu hanya masih sekadar wacana. Nantinya masih akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai hal itu,” katanya.

“Kemungkinan besar, pendaftaran CPNS sudah bisa dilakukan mulai Oktober 2010,” ujarnya.

ant/rif

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…