Kamis, 16 September 2010 21:47 WIB Hukum Share :

Warga Surabaya tewas dibacok di kawasan terminal

Solo (Espos)–Jefri, 35, warga Surabaya dipastikan tewas setelah dibacok temannya bernama Agung di kawasan Terminal Tirtonadi, Solo, Kamis (16/9) pukul 09.30 WIB. Sebelum tewas, korban terkena tujuh bacokan di beberapa anggota tubuh.

Informasi yang dihimpun Espos, antara korban dengan pelaku diketahui saling kenal. Sebelum kejadian, Jefri menginap di rumah temannya, yakni Partini di Cinderejo RT 3/RW IV, Gilingan,  Solo.Tiba-tiba, saat pagi hari Jefri yang sedang menyapu di halaman rumah kedatangan tamu yang tidak lain adalah Agung dengan salah satu temannya Pada saat keduanya saling bertemu di dalam rumah, Partini sedang di kamar mandi.

Selanjutnya, Partini keluar dari kamar mandi dan mendapati Jefri dan Agung saling adu mulut sekaligus terlibat duel di luar rumah. Saat itulah, Agung mengeluarkan celurit dan disabetkan ke beberapa anggota tubuh korban, termasuk di bagian kepala. Selama duel berlangsung, korban pun berusaha sekuat tenaga melakukan perlawanan dengan menggunakan batu. Ironisnya, usaha tersebut sia-sia karena korban dilumpuhkan pelaku dengan sabetan celurit bertubi-tubi.

“Saya tidak tahu motifnya apa. Tiba-tiba, keduanya bertengkar dan Agung mengeluarkan celurit,” kata Partini saat ditemui wartawan di Mapolsek Banjarsari seusai kejadian berlangsung.

Lebih lanjut dia mengatakan, begitu berhasil menganiaya Jefri, pelaku langsung melarikan diri bersama satu temannya ke arah timur. Agung mengendarai sepeda motor jenis Mio, sedangkan salah satu temannya yang saat kejadian berada di sekitar TKP mengendarai sepeda motor jenis Supra.

Dalam waktu tak lama, polisi yang mendapatkan laporan langsung merapat ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan evakuasi korban untuk dilarikan ke RS Brayat sebelum akhirnya dirujuk ke Dr Moewardi Solo untuk keperluan otopsi. Saat dibawa ke rumah sakit itulah, Jefri dipastikan meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan tahap pengejaran terhadap Agung yang diperkirakan masih berada di Solo.


pso

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…