Kamis, 16 September 2010 15:26 WIB News Share :

Tragedi open house di Istana, Kontras nilai Setneg lalai

Jakarta— Kontras meminta polisi mengusut tuntas kematian Joni Malela saat acara Open House di Istana Negara. Kontras yakin Presiden SBY tidak akan tersinggung dengan penyelidikan yang dilakukan, karena hal ini bisa menjadi pelajaran berharga di waktu mendatang.

Hal tersebut disampaikan koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid di Jakarta, Kamis (16/9).

Menurutnya hal ini adalah tragedi kemanusian yang serius, dimana harus ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Ini tidak bisa disalahkan kepada orang yang antre. Tapi di sini ada pelanggaran berupa kelalaian dan kelalaian itu bisa dipidana, meski hukuman tidak berat namun tetap bisa dihukum dan bisa memberikan pelajaran berharga untuk masyarakat ke depan,” jelas Usman.

Sebagaimana diberitakan, tuna netra Joni Malela tewas saat berdesakan mengikuti acara open house di Istana Negara saat Lebaran, Jumat (10/9). Peristiwa ini adalah yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia.

inilah/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…