Kamis, 16 September 2010 22:51 WIB Klaten Share :

Seorang tersangka ditetapkan dalam kasus penyerangan di Klaten

Klaten (Espos)--Pascainsiden di Dusun Pakis, Desa Wadunggetas, Kecamatan Wonosari, Klaten, Polres Klaten, Kamis (16/9), membekuk seorang pelaku yang diduga terlibat aksi penyerangan dan pengeroyokan. Pelaku berinisial S, 35 itu ditangkap petugas gabungan Polres Klaten, kemarian siang, dan hingga kini masih diperiksa intensif oleh penyidik.

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santosa, mengatakan, pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Keterangan pelaku akan kami kembangkan untuk mengungkap identitas pelaku lainnya,” jelasnya kepada wartawan di Mapolres, Kamis. Menurutnya, peran S berdasarkan hasil pemeriksaan hanya berperan serta sehingga pihaknya masih mencari otak terjadinya penganiayaan yang menyebabkan sejumlah korban luka.

Diberitakan sebelumnya, acara halal bihalal di Pakis, Wadunggetas, Kecamatan Wonosari Klaten, Rabu (15/9) dini hari, berbuntut rusuh. Puluhan orang tiba-tiba datang ke lokasi halal bihalal dan menyerang warga yang sedang menyaksikan hiburan orkes melayu. Akibat kejadian itu, tiga warga setempat, Nandung Budi Prasetyo, 35, Fauzan, 30 dan seorang warga lain yang belum diketahui identitasnya menderita luka parah. Selain itu, enam rumah warga rusak terkena lemparan batu dan botol.

Kapolres mengimbau kepada pelaku lain agar menyerahkan diri secara baik-baik supaya kasus itu bisa segera diselesaikan. Dia menekankan, aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan dan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Dia menuturkan, keterangan sementara menyebutkan insiden itu dipicu persoalan pribadi antara korban Nandung dengan pelaku dan tidak terkait dukung mendukung dalam Pilkada.

Sementara, suasana di Dusun Pakis, Kamis, sudah kembali normal. Meski sebagian warga masih trauma dengan aksi penyerangan yang terjadi di lingkungannya, namun mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Kepala Desa Wadunggetas, Gatot Sriyanto mengatakan, keluarga korban dan keluarga pelaku telah dipertemukan untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan yang memicu terjadinya penyerangan.

Warga, ungkapnya, juga diminta menahan diri supaya tidak terprovokasi dan melakukan aksi balasan. “Sedangkan untuk kasus pidananya kami serahkan ke kepolisian untuk memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya. Diungkapkan Gatot, pihaknya tak ikut campur dalam persoalan yang terjadi antara pelaku dan korban, namun hanya memfasilitasi mediasi kedua belah pihak.

Kades menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta perangkat desa guna mengembalikan kondusivitas wilayah yang dipimpinnya. Dalam waktu dekat, katanya, warga akan dikumpulkan untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan supaya kejadian serupa tidak terulang.

rei

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…