Kamis, 16 September 2010 20:53 WIB News Share :

AJK Salatiga
Proyek tugu kental kepentingan Pilkada 2011

Salatiga (Espos)–Pandangan miring seputar rencana Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo, membangun tugu di Bundaran Tamansari terus mengalir. Bahkan, ada rumor yang berkembang di masyarakat bahwa proyek tugu yang direncanakan menelan anggaran hingga Rp 2,8 miliar itu hanyalah sarana untuk mengumpulkan duit untuk persiapan Pilkada Salatiga yang digelar Mei 2011.

Adalah Koordinator Humas Asosiasi Jasa Konstruksi (AJK) Salatiga, Petrus Yustinus Parito, yang mengutarakan demikian. Saat dihubungi Espos, Kamis (16/9), ia tak menampik bahwa sebagian masyarakat menganggap bahwa proyek tugu itu sarat kepentingan
kelompok tertentu lantaran anggaraannya yang bombastis. Menurutnya, untuk membangun sebuah tugu identitas kota sekecil Salatiga, tak perlu mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah.

“Saya ini mantan staf perencanaan DPU, untuk membangun tugu dengan anggaran Rp 800 juta saja hasilnya sudah sangat bagus. Tidak perlu sampai Rp 2,8 miiar. Saya prinsipnya setuju saja dengan pembangunan tugu itu, tapi anggarannya tidak sebesar itu,” tukasnya.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran untuk membuat patung dua pahlawan nasional, yakni Pangeran Diponegoro dan Jenderal Soedirman, yang disebut-sebut mencapai Rp 600 juta. Menurutnya, pengadaan patung ini rawan mark up.

“Ini (patung) dianggap karya seni yang nilainya tidak ada patokannya.
Ini bisa saja menjadi celah untuk me-<I>mark up<I> (menggelumbungkan) anggaran,” sambungnya.

Ia menyarankan Walikota agar mengalihkan anggaran pembangunan tugu itu untuk membangun terminal bongkar muat di depan Pasar Andong. Terminal bongkar muat ini, jelas Parito, lebih banyak manfaatnya bagi masyarakay ketimbang membangun tugu.
Sebelumnya diberitakan, kalangan DPRD setempat pun berbeda pendapat soal pembangunan tugu yang sedianya dinamakan Tri Gosti ini. Senin pekan depan, Walikota akan menggelar ekspose soal rencananya di hadapan para wakil rakyat.

kha

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…