Kamis, 16 September 2010 00:28 WIB News Share :

Digelar, lomba penulisan cerita rakyat berbahasa Jawa

Yogya – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar lomba menulis cerita rakyat berbahasa Jawa untuk semua kalangan tanpa ada pembatasan usia.

“Lomba penulisan cerita rakyat berbahasa Jawa ini merupakan media ekspresi masyarakat, serta upaya  pemerintah melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra Jawa,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Yogyakarta Budi Santoso di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, Bahasa Jawa yang menjadi bahasa ibu masyarakat cenderung semakin ditinggalkan, karena masyarakat khususnya generasi muda, mengalami masalah dengan kerumitan tata bahasa yang harus digunakan.

Namun demikian, kata dia, masih ada generasi muda yang menggunakan Bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari, sehingga kemampuan dasar generasi muda untuk berbahasa Jawa masih cukup baik.

“Potensi generasi muda untuk berbahasa Jawa masih cukup besar, hanya belum terangkat ke permukaan sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk mengangkat bahasa dan sastra Jawa,” ujarnya.

Oleh karena itu, Disparbud sebagai instansi pemerintah yang bertugas di bidang pelestarian, pembinaan dan pengembangan kebudayaan memanfaatkan lomba penulisan cerita rakyat berbahasa Jawa tersebut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan sastra Jawa.

Ia berharap, dengan semakin berkembangnya Bahasa Jawa tersebut, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat tersosialisasi dengan lebih baik di masyarakat.

Lomba dengan tema “Cintai Budaya Jawa, Cintai Bahasa Jawa” tersebut terbuka untuk umum bagi masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

“Peserta harus membuat tulisan cerita fiksi yang ditulis dalam huruf latin berbahasa Jawa. Panjang naskah tujuh hingga 10 halaman kertas kuarto dengan dua spasi,” katanya.

Naskah cerita rakyat tersebut kemudian diserahkan ke Disparbud paling lambat 20 September 2010. Total hadiah yang diperebutkan Rp15 juta, tropi dan piagam dari Wali Kota Yogyakarta.(Kompas.com)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…