Kamis, 16 September 2010 15:41 WIB Sragen Share :

Dermaga penyeberangan Gunung Kemukus rusak

Sragen (Espos)–Dermaga penyeberangan menuju Gunung Kemukus yang ambrol sejak beberapa tahun lalu belum diperbaiki. Padahal, sejumlah pengusaha jasa perahu mengaku telah menyampaikan usulan perbaikan dermaga beberapa kali.

Terakhir, usulan disampaikan bersamaaan dengan digelarnya sosialisasi bagi nahkoda perahu penyebarangan di Kecamatan Sumberlawang, sekitar tiga pekan lalu. Salah satu penguasaha jasa perahu Objek Wisata Pangeran Samudro, Gunung Kemukus, Sukiman mengungkapkan kerusakan dermaga sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Selain dermaga yang ambrol, menurut dia, loket penjualan tiket penyeberangan juga perlu diperbaiki. Begitupun ruang tunggu penumpang di sisi timur yang kondisinya tidak lebih baik.

Sukiman menilai dibutuhkan perbaikan menyeluruh, baik dalam hal kondisi bangunan maupun penempatan. “Ini rusak sudah bertahun-tahun, tapi tak ada perbaikan. Padahal, waktu pertemuan tiga pekan lalu, dari dinas berjanji akan memperbaiki. Dari Semarang juga hadir waktu itu, namun sampai sekarang belum ada apa-apa. Dermaga dibiarkan rusak,” jelas Sukiman, saat ditemui Espos, Selasa (14/9).

Harapan para pengusaja jasa perahu itu dibenarkan Lurah Pendem, Saidi Rosit. Saidi menyebut, dalam pertemuan tiga bulan lalu yang digelar di kantor Kecamatan Sumberlawang para pengusaha jasa perahu telah mengajukan usulan untuk perbaikan dermaga yang rusak, termasuk mengenai kondisi loket penjualan tiket yang memprihatinkan. Namun, hingga kini pihaknya belum menerima informasi bagaimana nasib usulan itu.

“Apakah akan diperbaiki atau tidak, kami kurang tahu. Karena waktu itu yang mengadakan kegiatan sosialisasi adalah dari Sragen, serta ada Semarang. Kebetulan saja tempatnya di Kecamata Gemolong,” ujar Saidi, kepada Espos, Kamis (16/9).

tsa

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…