Kamis, 16 September 2010 20:01 WIB Solo Share :

Calon rektor diminta kendalikan tim sukses

Solo (Espos)--Calon rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo periode 2011-2015 diminta mengendalikan tim suksesnya. Pasalnya sudah ada pengaduan dari beberapa calon rektor yang merasa difitnah.

Hal itu disampaikan Rektor UNS, Prof Dr dr Syamsulhadi SpKJ (K), saat memberikan sambutan kegiatan Silaturahmi Tahunan 1431 Hijriah yang dilaksanakan di auditorium UNS, Kamis (16/9). Ia mengatakan beberapa waktu lalu ada calon rektor yang mengadu padanya kalau dirinya difitnah. Padahal menurutnya 10 calon rektor selama ini selalu rukun dan mematuhi isi pakta integritas. Sehingga ia mensinyalir tindakan itu merupakan ulah tim sukses.

“Kalau terjadi sesuatu hal yang dilakukan tim sukses, calon rektor dari tim sukses itu yang harus bertanggungjawab. Oleh karena itu saya minta calon rektor bisa mengendalikan tim suksesnya,” ujarnya.

Menjelang penjaringan calon rektor, Senin (20/9), Syamsul meminta seluruh civitas akademika UNS menjaga kondisi agar suasana kampus tenang. Para calon rektor ataupun tim sukses juga diminta tidak saling mengolok-olok, menyebarkan short message service (SMS) hitam, memfitnah ataupun mengintimidasi.

Ibarat sebuah kapal, ungkapnya, nahkoda UNS yang kini mengemudikan kapal, hampir selesai tugasnya dan akan dilanjutkan nahkoda berikutnya. Tentu saja nahkoda itu tidak bisa dilakukan 10 orang, tapi hanya satu orang. Oleh karena itu semua calon rektor diminta bersikap legawa terhadap siapapun yang nantinya terpilih sebagai rektor UNS. Ia kembali menegaskan tak ada putra mahkota dalam pencalonan rektor kali ini. Semua kandidat rektor adalah kader-kader terbaik UNS.

Sementara penceramah kegiatan tersebut, Dr Eng Syafii MT, mengingatkan jabatan sebagai rektor adalah amanah yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Oleh karena itu harus diusahakan agar ketika mengemban ini, hidup seseorang akan lebih baik.

ewt

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…