Rabu, 15 September 2010 17:08 WIB News Share :

Warga Bantul tewas seusai pesta Miras oplosan

Yogyakarta–Satu orang warga Bantul tewas setelah menengak minuman keras oplosan. Mereka berpesta miras oplosan, jenis lapen untuk merayakan hari raya Lebaran bersama rekan-rekannya.

Korban tewas adalah Wagito,17, siswa kelas 3 di sebuah Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) swasta di Kabupaten Bantul. Sedang tiga temannya yakni Agus Setiawan, 18, Suryanto, 17, dan Mardiyanto, 18, selamat. Semuanya adalah warga Dusun Bayuran Desa Poncosari Kecamatan Srandakan, Bantul.

Menurut Kepala Dusun Bayuran Sugiyo, sebelum pesta miras oplosan, Wagito bersama tiga rekannya menonton musik campursari di daerah Srandakan. Usai acara tersebut, mereka melanjutkan pesta miras oplosan jenis lapen dicampur susu dan madu di rumah Mardiyanto.

“Lapennya kira-kira setengah liter tapi kami tidak tahu di mana mereka membeli minuman lapen. Mereka minum di rumah Mardiyanto sampai pagi,” katanya.

Setelah pesta miras tersebut kata Sugiyo, Wagito mengalami muntah-muntah disertai pusing. Oleh warga, Wagito dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Namun karena kondisinya terus melemah, korban akhirnya meninggal dunia.

“Tiga teman Wagito tidak merasakan apa-apa, mungkin karena kondisi badannya kuat, sedang Wagito tidak, sehingga pagi harinya kondisinya drop dan meninggal dunia,” katanya.

Sugiyo menduga keempat remaja itu melakukan pesta miras bersama-sama untuk merayakan lebaran. Sebelumnya mereka sempat menonton acara musik campur sari di desa lain.

“Mungkin karena hari raya Lebaran, mereka punya uang kemudian dibelikan miras oplosan dan diminum bareng-bareng di rumah Mardiyanto,” katanya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus ini. Barang bukti berupa sisa miras oplosan saat ini telah diamankan petugas dari Polres Bantul. Beberapa orang saksi, di antaranya tiga teman korban saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Jenazah Wagito oleh pihak keluarga dan warga sekitar sepakat langsung dimakamkan. Keluarga juga sudah menerima kasus tersebut sehingga tidak dilakukan otopsi.

“Tidak dilakukan otopsi. Korban langsung dibawa pulang dari rumah sakit untuk dimakamkan dan pihak keluarga sudah menerima setelah ada pembicaraan antara warga bersama kepolisian,” pungkas Sugiyo.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…