Rabu, 15 September 2010 19:32 WIB Klaten Share :

Pendukung Sunarna-Sri Hartini gelar pawai

Klaten (Espos)--Massa pendukung Sunarna-Sri Hartini (SH) mengerahkan massa pendukungnya pada kampanye terakhir secara terbuka di lapangan Trikoyo Klaten, Rabu (15/9). Ribuan pendukung SH yang mogleng di jalanan tersebut memaksa aparat kepolisian mengalihkan arus lalu lintas kendaraan pribadi dan umum ke jalur by pass demi alasan keamanan.

Pantauan Espos, aksi mogleng massa pendukung pasangan nomer urut satu itu dimulai sejak pukul 09.30 WIB.  Mereka yang rata-rata pemuda, remaja, dan anak-anak tersebut menggelar konvoi dengan menunggang kendaraan motor yang dilepas sarangan knalpotnya. Massa juga melakukan aksi berjingkrak-jingkrak sambil menyalakkan gas sekencang-kencangnya hingga memekakkan telinga. Aksi dari berbagai ruas jalan tersebut lantas bertemu di jalan utama Solo-Jogja.

Aksi tersebut karuan membuat kemacetan di sejumlah persimpangan. Pasalnya, massa yang mogleng tersebut tak tertib berlalu lintas ketika hendak memasuki Klaten Kota di Jalan Pemuda. Akhirnya, aparat kepolisian terpaksa mengalihkan arus lalu lintas melalui by pass, baik dari arah Jogja-Solo atau sebaliknya Solo-Jogja.

Tiba di Klaten Kota, ribuan massa mendominasi badan jalan. Sebagian massa masuk ke lapangan Trikoyo untuk menyaksikan jalannya kampanye terbuka. Sebagian lagi, tetap mogleng di jalanan secara bergelombang.

Perjalanan kampanye terbuka bagi pasangan SH di lapangan Trokoyo berlangsung singkat. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum hadir sekitar pukul 13.45 WIB didampingi pasangan Sunarna-Sri Hartini. Selain itu, hadir pula Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto, Wakil Ketua DPD PDIP, Ir Bimo Putranto, serta Ketua DPP PKS, Agus Purnomo. Satu persatu, mereka menggelar orasi di panggung terbuka di depan massa pendukungnya.

Namun, orasi mereka berlangsung sangat singkat. Sebab, orasi tersebut serasa sia-sia lantaran tertelan kebisingan suara ratusan knalpot motor yang terus digas di dalam lapangan.

Sekitar pukul 14.15 WIB, massa pendukung membubarkan diri. Di sepanjang perjalanan, massa dari berbagai daerah tersebut melakukan konvoi sambil terus menyalakkan gas sekencang-kencangnya.

Sebagian massa yang melintasi Jalan Pemuda mendapatkan pengawalan aparat kepolisian. Ketua Panwas Klaten, Suharno mengungkapkan, aksi mogleng di jalanan tersebut merupakan bentuk pelanggaran lalu lintas yang merupakan ranah kepolisian. “Polisi pun susah untuk menindaknya karena massa biasanya cenderung irrasional,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…