Rabu, 15 September 2010 17:43 WIB Solo Share :

Disorot, PKL Gladag terus bertambah

Solo (Espos)–Jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang terus bertambah memadati area Gladag tepatnya di Jl Paku Buwono semenjak Lebaran hingga sekarang, mendapat sorotan dari kalangan Dewan Kota Solo.

DPRD Solo menengarai jumlah mereka bakal terus bertambah apabila tidak ada tindakan penertiban yang sifatnya segera dari Pemerintah Kota (Pemkot).

Berdasar pantauan pada Rabu (15/9) pagi, ada sedikitnya 22 orang PKL yang membuka dasaran di Kawasan Gladak. Para PKL itu kebanyakan menjual makanan dan minuman namun ada juga beberapa dari mereka yang menjual cinderamata semisal cincin, gelang, pakaian hingga sabuk kulit.

Para pedagang yang menjajakan makanan tidak hanya membawa gerobak namun juga membawa karpet serta tikar yang mereka bentangkan di atas trotoar yang baru saja diganti pavingnya. Akibat banyaknya para PKL yang memadati trotoar Gladag menjadikan para pejalan kaki harus menepi hingga ke jalan besar agar tidak saling bertabrakan.

Anggota Komisi III DPRD, Abdullah AA menuturkan keberadaan PKL di Jl Pakubuwono dimulai semenjak Lebaran. “Saya amati waktu puasa Kawasan Gladag masih bersih dari PKL. Namun demikian pada Hari Lebaran hingga saat ini, tiba-tiba kawasan itu sudah padat dengan PKL,” ujarnya ketika dijumpai wartawan, Rabu (15/9).

“Saya tidak tahu kenapa, Pemkot terkesan membiarkan para PKL berjualan di Kawasan Gladag. Apa memang Pemkot ingin membuat titik PKL baru yang nantinya bisa dijadikan alasan untuk melaksanakan proyek pembangunan shelter atau kios,” tandasnya.

aps

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…