Selasa, 14 September 2010 23:30 WIB Wonogiri Share :

Subsidi Kesra guru WB berkurang Rp 870 juta

Wonogiri (Espos)--Subsidi kesejahteraan rakyat (Kesra) bagi guru wiyata bakti (WB) satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah di Kabupaten Wonogiri yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berkurang senilai total Rp 877.400.000.

Pengurangan itu akibat adanya perbedaan angka yang diajukan dalam proposal awal dari Pemkab Wonogiri dengan nilai yang disetujui oleh Pemprov Jateng. Demikian salah satu perubahan dalam Raperda tentang APBD Perubahan 2010 setelah dievaluasi Gubenur Jateng.

Raperda tersebut ditetapkan menjadi Perda dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Wonogiri, Selasa (14/9). Hadir dalam rapat itu Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi dan Wakil Bupati Y Sumarmo, serta segenap pimpinan dan anggota DPRD.

Perubahan lain dalam Raperda itu, seperti dibacakan oleh Sekretaris DPRD, Haryono dalam rapat tersebut, mengenai hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp 10.260.260.000. Dalam Raperda tentang APBD-P setelah evaluasi gubernur, dana itu dinolkan alias dihilangkan dari APBD-P.

Salah satu anggota Badan Anggaran DPRD, Ahmad Zarif mengungkapkan dana itu memang dihilangkan dari APBD-P karena berdasarkan aturannya dana itu tidak bisa dilaksanakan melalui APBD, melainkan langsung secara vertikal dari pusat ke SKPD yang bersangkutan. “Dana itu sendiri tidak hilang, tetap akan bisa dinikmati masyarakat sesuai ketentuan. Hanya penggunaannya tidak melalui APBD,” ujar Zarif.

Perubahan lainnya berupa penambahan dana untuk kegiatan yang semula tidak dianggarkan dalam rancangan untuk dievaluasi gubernur. Rinciannya, bantuan fasilitasi pelatihan tim pengelola kegiatan (TPK) senilai Rp 30 juta, bantuan rehabilitasi ruang kelas SMP/SMPLB akibat bencana senilai Rp 35 juta, dan bantuan kursus kewirausahaan desa lokasi PNF senilai Rp 150 juta.

APBD-P 2010 Kabupaten Wonogiri ditetapkan dengan defisit senilai Rp 99.059.791.000, yang berasal dari pendapatan senilai Rp 980.034.949.000 dikurangi belanja senilai Rp 1.079.094.740.000. Defisit tersebut ditutup dengan pembiayaan senilai Rp 101.992.023.325, yang berasal dari penerimaan senilai Rp 115.339.274.325 dikurangi pengeluaran senilai Rp 13.347.251.000. Sehingga masih ada sisa lebih pelaksanaan anggaran (Silpa) senilai Rp 2.932.232.325.

shs

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…