Selasa, 14 September 2010 18:12 WIB Klaten Share :

Puluhan penumpang Prameks tak terangkut

Klaten (Espos)--Membludaknya jumlah penumpang di Stasiun Klaten di musim Lebaran terpaksa membuat kereta api (KA) kelas bisnis Prambanan Ekspres (Prameks) itu layaknya KA kelas ekonomi dengan kondisi penumpang berdiri dan berdesak-desakan. Bahkan, puluhan penumpang terpaksa terpental keluar pintu KA lantaran upayanya meringsek masuk ke dalam KA tak membuahkan hasil.

Pantauan Espos di Stasiun Klaten, Selasa (14/9), jumlah penumpang KA Prameks pada H+2 hingga H+3 Lebaran nyaris menembus angka 2.000 penumpang. Jumlah tersebut melonjak hampir 150% dibanding hari-hari biasanya. Dan begitu KA Prameks tiba di stasiun dari arah Solo sekitar pukul 09.30 WIB, ratusan penumpang langsung berebut naik KA melalui sejumlah pintu.

Namun, kondisi di dalam gerbong KA sendiri rupanya telah sesak penumpang yang sebagian besar berdiri. Bahkan, pintu otomatis KA sulit terbuka lantaran tertekan tubuh penumpang yang berdesak-desakan. Al hasil, sebagian penumpang yang rata-rata perempuan, ibu-ibu, serta anak-anak itu tak sanggup masuk KA.

“Baru menginjakkan kaki saja, langsung terpental. Tak ada lagi ruangan tersisa di dalam,” keluh Nur Hayati, warga Surabaya yang hendak berlebaran ke Jogja.

Nurhayati bersama kedua putranya mengaku telah membeli tiket KA Pramek Rp 9.000/ orang. Dia mengaku tak menyangka bahwa tiket yang telah ia beli ternyata tetap saja tak bisa membuatnya naik Prameks. “Ya terus terang kecewa, telanjur beli tiket. Apalagi tiga tiket kami tak bisa dikembalikan,” keluhanya.

Meski tak terangkut, penumpang yang lainnya mengaku tetap menanti datangnya KA Prameks yang berikutnya.

Kepala Stasiun Klaten, Slamet Triyanto mengaku tak menyangka bahwa KA Prameks bakal sesak penumpang seperti itu. Kondisi tersebut, menurutnya lantaran armada lainnya, seperti bus tak sanggup mengangkut penumpang dengan cepat lantaran terjebak di sejumlah simpul kemacetan.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…