Selasa, 14 September 2010 19:57 WIB Solo Share :

Oktober habis, blanko KK Dispendukcapil kritis

Solo (Espos)--Blanko pengisian data kepala keluarga (KK) yang dikelola Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) saat ini kritis. Diperkirakan blanko yang tinggal 16.000 lembar itu akan habis pada akhir Oktober nanti.

Kondisi demikian disampaikan Kepala Dispendukcapil, Mamik M Hadi kepada jajaran komisi I dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar Selasa (14/9). Mamik menuturkan apabila anggaran perubahan tidak segera digedok pada Oktober nanti, pihaknya khawatir pelayanan kepada masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pendataan KK tidak bisa dilaksanakan alias mandek.

“Sekarang ini blanko KK memang sedang kritis. Jumlahnya tinggal 16.000 lembar. Kami perkirakan apabila tidak ada lonjakan permintaan mengurus KK, blanko akan habis pada akhir Oktober bahkan sampai pertengahan November. Sebaliknya apabila ada lonjakan permintaan blanko KK, akhir Oktober saja 16.0000 lembar itu akan habis,” jelas dia.
Dalam satu bulan, Mamik menerangkan, Dispendukcapil bisa mengeluarkan 7.000 lembar blanko KK. “Pengeluaran hingga 7.000 lembar itu bagi kami masih wajar. Kadang bisa lebih hingga 8.000 lembar blanko dalam satu bulan,” jelasnya.

Lonjakan permintaan blanko KK, menurut Mamik, biasanya disebabkan adanya kebijakan baru dari pemerintah kota (Pemkot) khususnya yang berkaitan dengan bantuan. Salah satu contohnya adalah kemunculan program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) untuk warga kurang mampu. Mamik menambahkan, agar bisa terkover dalam program tersebut, warga sebelumnya harus bisa menunjukkan KK terbaru sebagai salah satu syarat pendaftaran.

“Lonjakan KK memang kadang terjadi ketika masyarakat mengurus BPMKS. Sebaliknya kalau tidak ada program atau kebijakan baru, permintaan blanko KK cenderung normal,” ujarnya.

aps

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…