Selasa, 14 September 2010 11:29 WIB News Share :

Kapolri tak izinkan Australia periksa anggota Densus 88

Jakarta–Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tak akan mengizinkan pemeriksaan anggota Densus 88 oleh Australia terkait dugaan penyiksaan tahanan politik di Maluku. Pemeriksaan akan dilakukan Polri tanpa campur tangan pihak luar.

“Tidak, tidak. Ya, tidak akan kita berikan. Kalau meriksa ya kita sendiri,” kata BHD di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (14/9).

Menurut BHD,  Polri akan mendalami kasus dugaan penyiksaan ini. Tidak ada otoritas dari negara asing manapun untuk bisa memeriksa anggota Polri.

“Anggota kita bisa diperiksa pihak lain kan nggak mungkin. Ini kita serahkan ke dalam nanti apa betul ada tindakan kekerasan,” jelasnya.

Mengenai adanya bantuan dari Australia kepada Densus 88, BHD tidak menjelaskan secara gamblang. Bantuan ke Polri ini bisa dalam bentuk kerjasama.

Sebelumnya pemerintah Australia mengirim pejabatnya untuk menginvestigasi dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh satuan anti teror Polri. Mereka menuduh Densus 88, yang menerima bantuan dari pemerintah Australia itu, telah menyiksa beberapa orang tahanan politik (tapol) dengan tuduhan separatis di Maluku.

Australia menuding, Densus 88 telah menyiksa para tahanan politik itu dengan brutal, seperti menyundut rokok dan  memukuli mereka.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…