Selasa, 14 September 2010 14:20 WIB Internasional Share :

AS berencana jual alat militer ke Arab Saudi untuk hadapi Iran

Washington — Pesawat tempur berteknologi tinggi dan helikopter senilai US$ 60 miliar akan ditawarkan AS kepada Arab Saudi. AS berencana menjual peralatan militer tersebut untuk membantu Arab Saudi menghadapi ancaman potensial Iran.

Demikian disampaikan pejabat pemerintahan AS, seperti diberitakan AFP, Selasa (14/9).

Pejabat senior pertahanan AS mengatakan, pemerintahan Presiden AS Barack Obama secara formal akan meminta persetujuan Kongres pada pekan ini atau pekan depan tentang produksi perlengkapan militer tersebut. Hal itu menindaklanjuti pembicaraan dengan pihak Saudi yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Dalam pembicaraan itu mencuat kekhawatiran Saudi pada meningkatnya persenjataan Iran.

“Kalau Anda melihat kerajaan itu, ancaman terbesar yang dihadapi di wilayah itu adalah berasal dari Iran,” ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada reporter.

Dengan memiliki tambahan persenjataan baru, menurut dia, akan memberikan kemampuan bertahan sekaligus kemampuan pencegahan bagi Arab Saudi.

Pejabat AS melihat paket perlengkapan militer itu sebagai aliansi strategis dua negara. “Raja (Saudi) melihat ini merupakan hubungan yang sangat simbolis yang kita miliki dengan dia dan kerajaannya,” ucap pejabat tersebut.

Dalam pemberitahuannya ke Kongres, pemerintah Obama akan memberi kuasa pada Saudi untuk membeli 84 pesawat tempur F-15 baru dan meng-up grade lebih dari 70 pesawat, sebagaimana 3 tipe helikopter (70 Apache, 72 Black Hawks, dan 36 Little Birds).

Paket tersebut juga termasuk HARM anti-radar misil yang lebih teliti dalam mengarahkan bom JDAM dan rudal Hellfire. Meskipun penjualan perlengkapan militer ke Saudi sebelumnya sering menghadapi pertentangan kuat dari Israel dan sekutunya di Kongres AS, pemerintahan Obama tetap berharap ada kesepakatan.

“Saya rasa orang-orang Israel cukup menyenangkan dan konfigurasi ini bukanlah ancaman terhadap militernya,” imbuh pejabat itu.

Hal ini wajar mengingat Israel akan mendapat perlengkapan militer yang lebih canggih yaitu jet tempur AS F-35 generasi kelima. Sebelumnya, sejumlah media melaporkan, untuk menghindari kecemburuan Israel, pemerintahan Obama memutuskan untuk tidak menawarkan sistem pertahanan militer itu kepada Arab Saudi. Dengan demikian, maka senjata kendali jarak jauh mutakhir dapat disematkan di F-15 sehingga dapat mendukung operasi pertahanan dengan basis darat dan laut.

Pejabat tinggi AS, termasuk Kepala Militer Badan Pertahanan Rudal AS telah mendesak pemimpin Saudi untuk membeli sistem peluncuran roket milik AS atau THAAD (Terminal High Altitude Area Defence) dan mengembangkan rudal Patriot yang ada di negara tersebut. Namun Saudi mencari kemungkinan pembelian Littoral Combat Ship (LCS), kapal perang baru dengan teknologi mutakhir.

Namun pejabat pertahanan AS menyatakan masih belum ada kejelasan apakah Saudi memilih membeli paket 60 miliar dollar atau membeli pesawat udara yang jumlahnya lebih sedikit. “Ini merupakan paket perlengkapan militer yang besar. Faktanya, ini adalah yang paling besar dalam sejarah,” ujar pejabat itu.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…