Senin, 13 September 2010 18:48 WIB Wonogiri Share :

Ratusan atribut kampanye dicopoti petugas

Wonogiri (Espos)–Petugas tim gabungan Pemkab, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas (Panwas), dan kepolisian, Senin (13/9), mencopoti atribut kampanye di sepanjang jalan mulai dari kawasan Nambangan, Selogiri hingga Ngadirojo pada hari pertama masa tenang sebelum pemungutan suara Pilkada 2010.

Menurut rencana, kegiatan itu akan dilanjutkan hingga H-1 pemungutan suara, dengan prioritas lokasi radius 200 meter dari calon tempat pemungutan suara (TPS), jalan-jalan kabupaten, kemudian jalan-jalan kampung dan dusun. Namun, di sisi lain, tim sukses masing-masing pasangan calon juga diharapkan proaktif menurunkan sendiri atribut yang mereka pasang.

Pantauan Espos, Senin (13/9), wilayah Selogiri dan Wonogiri  sudah relatif bersih dari atribut. Tim melakukan pembersihan sejak dini hari. Aneka atribut seperti baliho, poster, stiker, pamflet, rontek dan spanduk yang dipasang di ruang publik dibongkar lalu diangkut oleh petugas.

Ketua KPU Wonogiri, Joko Purnomo mengungkapkan berdasarkan PP No 6/2005, UU No 32/2004 dan Peraturan KPU No 69/2009, seluruh kawasan harus bersih dari atribut kampanye begitu memasuki masa tenang.

“Pencopotan atribut itu sebenarnya menjadi tanggung jawab tim sukses masing-masing pasangan calon. Tapi kami menyadari mencopot demikian banyak atribut tidak mungkin dilakukan dalam satu hari. Apalagi dalam kondisi cuaca hujan seperti kemarin. Karena itu tim gabungan ikut turun tangan,” jelas Joko, saat dihubungi Espos, Senin.

shs

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…