Senin, 13 September 2010 21:59 WIB Sragen Share :

Puluhan penumpang terlantar di Stasiun KA Sragen

Sragen (Espos)–Sedikitnya 20-25 orang penumpang kereta api (KA) dengan juruan Bandung dan Madiun kehabisan tiket di Stasiun KA Sragen, Senin (13/9).

Akibatnya, puluhan penumpang KA tersebut terlantar dan terpaksa harus menunggu KA tambahan selama lebih dua jam. Banyaknya penumpang KA yang kehabisan tiket reguler disebabkan adanya pembatasan penjualan tiket di Stasiun KA Sragen.

Kepala Stasiun KA Sragen, Heri Hartanto saat ditemui Espos, Senin, mengungkapkan, jumlah penumpang yang juga kehabisan tiket pada Minggu (12/9) lebih besar bila dibandingkan hari ini, yakni sebanyak 30 orang lebih. Namun mereka akhirnya juga bisa terangkut dengan KA tambahan. Banyaknya penumpang yang tidak terangkut, terangnya, disebabkan adanya pembatasan  kuota tiket dari wilayah daerah operasi (Daop) VI.

“Khusus di Stasiun KA Sragen kuota untuk juruan Jawa Timur hanya 75 lembar dan tiket jurusan Jakarta sebanyak 115 lembar per hari. Hingga pukul 11.00 WIB, kuota tiket di stasiun ini sudah habis. Sehingga masih banyak penumpang yang terpaksa menunggu KA Lebaran. PT KA menyediakan satu unit KA Pasundan Lebaran, satu unit KA Madiun Lebaran yang bisa berangkat dari Sragen. Selain itu ada satu KA tambahan, yakni KA Bengawan Lebaran yang berangkat dari Stasiun Jebres, Solo,” ujarnya.

Kebijakan pembatasan tiket KA, sambungnya, berlaku untuk 15 stasiun di bawah Daop VI Yogyakarta. Untuk mengantisipasi banyaknya penumpang yang terlantar, menurut dia, manajemen stasiun menggunakan sistem buka tutup disesuaikan dengan kapasitas penumpang KA. “Jika masih memungkinkan ada tambahan, maka KA bisa behenti untuk menaikan penumpang. Jika KA penuh, ya terpaksa terus jalan,” imbuhnya. Heru memprediksikan puncak arus balik tahun ini terjadi pada Minggu (20/9), yakni sebelum anak sekolah masuk.

trh

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…