Senin, 13 September 2010 14:02 WIB News Share :

PKS sayangkan penusukan Jemaat HKBP

Jakarta–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, peristiwa kekerasan tidak perlu terjadi jika semua pihak menjalankan aturan yang ada. Oleh karena itu PKS menyayangkan peristiwa penusukan dan tindakan kekerasan terhadap pendeta dan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah Bekasi Minggu kemarin.

“Kami sangat menyayangkan kejadian itu dan sebenarnya itu tidak perlu terjadi,” ucap Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (13/9).

Menurut Luthfi secara umum Islam dan PKS menghargai kebebasan beragama dan kepercayaan masing-masing. Hal-hal yang terkait teknis di lapangan seperti pembangunan gereja dapat diselesaikan secara musyawarah dan administrasi sesuai aturan yang ada.

Semua pihak yang ingin membangun tempat ibadah, lanjut Luthfi, harus mengikuti aturan pembangunan tempat ibadah sesusai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang mengatur tata cara pembangunan tempat ibadah.

Luthfi menambahkan peristiwa kekerasan antar umat beragama ada kemungkinan pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat beragama di Indonesia. Untuk itulah Luthfi mendorong agar semua pihak tidak perlu menggunakan emosi yang dapat menimbulkan ekses sosial terjadi.

“Kami tidak pernah mendukung segala kekerasan.  Kami mengutamakan musyawarah,” ucapnya.

vivanews/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…