Senin, 13 September 2010 10:08 WIB News Share :

Pemerintah fasilitasi sengketa Gereja HKBP

Bekasi— Kepolisian meminta masyarakat tidak mengaitkan penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur, Asia Lumbantoruan Sihombing, dengan konflik pembangunan gereja tersebut.

Menurut Kapolres Bekasi, Komisaris Besar Polisi Imam Sugiarto, Kementerian Dalam Negeri berencana akan menengahi sengketa pembangunan gereja di Kampung Ciketing, Bekasi.

“Tanggal 22 (September) nanti akan ada rapat yang ditengahi Ditjen dari Depdagri (Kemendagri) bersama pihak-pihak terkait,” kata Imam, Minggu (12/9).

Dia berharap dalam pertemuan itu ditemukan solusi atau jalan tengah terkait pengunaan lahan kosong yang sedianya akan dibangun gereja tersebut. “Dengan demikian, saya tegaskan peristiwa penusukan tadi itu murni kriminal,” kata Imam.

Kepolisian Bekasi yang di-backup Polda Metro Jaya, kata dia, sudah berhasil mengidentifikasi para pelaku penusukan berdasarkan keterangan saksi-saksi. Dua orang sempat diamankan tapi ternyata tak terbukti terlibat.

Seperti diberitakan, Asia ditusuk sekelompok orang tak dikenal saat akan berangkat ibadah di gereja HKBP, Minggu pukul 08.40 WIB. Peristiwa penusukan ini terjadi dalam suasana konflik keberadaan gereja di lingkungan ini. Asia menderita luka di bagian perut kanan atas dan mendapat perawatan Intensif di Rumah Sakit Mitra Kelurga Bekasi Timur. Luka ini sampai ke bagian organ hati.

vivanews/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…