Senin, 13 September 2010 13:07 WIB News Share :

Korban penusukan tolak bantuan pengobatan Rp 20 juta

Jakarta–Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Bekasi, Asia Sihombing yang menjadi korban penusukan, menolak bantuan biaya pengobatan Rp 20 juta.

Dana itu diduga dikirim oleh Kepolisian. “Saya mendengar, korban menolak bantuan pengobatan. Kata seorang jemaat yang mengurusi kamar, bantuan itu ditransfer ke rekening rumah sakit oleh Kapolres Bekasi,” kata kuasa hukum Jemaat HKBP, Saur Siagian, Senin (13/9).

Menurut dia, Asia Sihombing maupun Pendeta Luspidan beralasan tidak ingin mempunyai hutang sosial. Sebab, Jemaat HKBP selama ini diperlakukan tidak adil.

Saur menilai Kepolisian menelantarkan kasus ini. “Sudah tiga kali melapor tidak ditindaklanjuti. Polisi melakukan pembiaran. Kita juga sudah melaporkan kasus ini keempat kalinya,” kata Saur.

Dikatakan dia, kondisi Asia Sihombing dan Pendeta Luspida semakin membaik. “Kalau Ibu Luspida masih labil. Sedangkan Pak Sihombing sudah bisa membuka mata dan sempat menjerit kesakitan,” ujar Saur.

Saur juga keberatan atas pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo yang menyebut kasus penusukan itu murni kriminal. “Kapolda harus minta maaf. Dia menyebut kasus ini murni kriminal, padahal belum diselidiki dan pelakunya belum ditangkap,” kata Saur.

Sementara Kapolres Bekasi Kapolres Bekasi Kombes Pol Imam Sugianto belum dapat dihubungi untuk dimintai klarifikasinya.

Sebelumnya, Asia yang merupakan anggota majelis sedang berjalan beriringan dengan jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, ditusuk perutnya oleh orang tidak dikenal pada Minggu (12/9) pukul 09.05 WIB.

Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor. Lokasi kejadian di sekitar daerah Ciketing Mustika Jaya.

Dua orang yang diduga kelompok penusuk Asia ini kini telah diamankan oleh polisi. Mereka tengah dimintai keterangan. Keduanya akhirnya dilepas karena tidak terbukti terlibat kasus penusukan itu.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…