Senin, 13 September 2010 23:01 WIB Solo Share :

Konservasi serambi Masjid Agung Surakarta tahap I selesai

Solo (Espos)–Proses konservasi serambi Masjid Agung Surakarta tahap I sudah selesai. Sebelumnya, proyek konservasi benda cagar budaya tersebut ditarget bisa selesai pada akhir September.

Ketua Tim Konservasi, Ir Sumardi saat dihubungi Espos via telepon, Senin (13/9), mengatakan konservasi serambi Masjid Agung Surakarta tahap I meliputi perbaikan tiang dan atap bagian barat.

Proyek dengan kontrak senilai Rp 778.129.000 dari dana hibah APBD Kota Solo ini mulai dikerjakan pada awal Juli lalu. Dalam hal ini, CV Intan Bana Mulia selaku kontraktor diberi waktu selama 90 hari untuk menyelesaikan proyek tersebut.

“Konservasi tahap I sudah selesai. Saat ini tengah memasuki masa pemeliharaan oleh kontraktor. Untuk konservasi tahap II mudah-mudahkan bisa terealisasi secepatnya,” ujar Ir Sumardi yang sekaligus menjabat sebagai pengurus takmir Masjid Agung Surakarta yang membidangi rumah tangga ini.

Lebih lanjut, Sumardi menjelaskan, konservasi serambi Masjid Agung Surakarta tahap II lebih menyeluruh daripada tahap I. Untuk itu, dana yang dibutuhkan pun juga lebih besar yakni sekitar Rp 6 miliar.

Ditanya tenggat waktu penyelesaian konservasi tahap II, Sumardi mengaku tidak mematok target. “Tidak ada target. Pelan-pelan nanti juga akan selesai,” tuturnya.

Perlu diketahui, Selain mengalami kerusakan di bagian atap, 40 pilar penyangga (saka rawa) bangunan serambi Masjid Agung Surakarta juga sempat mengalami pelapukan dan bahkan ada yang sudah anjlok sampai beberapa sentimeter. Sebagai langkah antisipasi, pegurus masjid sempat memasang tiang tambahan dari besi pada delapan pilar penyangga di serambi masjid tersebut.

mkd

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…