Senin, 13 September 2010 16:28 WIB Wonogiri Share :

Infrastruktur Pantai Nampu tak mendukung

Wonogiri (Espos)–Sarana infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Pantai Nampu di ujung selatan Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri masih jauh dari memadai. Jalan tersebut sebenarnya sudah beraspal, tapi tidak cukup lebar, hanya sekitar 3-5  meter.

Padahal selama Lebaran, Kawasan wisata Pantai Nampu dibanjiri wisatawan. Tidak kurang dari 5.000 wisatawan mengunjungi pantai berpasir putih itu setiap harinya sejak H+1 Lebaran, Sabtu (11/9).

Kepala Desa Gunturharjo, Suyadi, saat dihubungi Espos, Senin (13/9) mengungkapkan setiap libur Lebaran pantai tersebut memang selalu ramai dikunjungi wisatawan. “Ya ini selama tiga hari terakhir pengunjungnya sangat ramai,” ungkapnya.

Demikian pula yang dikatakan Camat Paranggupito, Sariman. Dihubungi Espos, Senin, Sariman mengungkapkan sejak H+1 Lebaran pengunjung Pantai Nampu rata-rata mencapai 5.000 orang. Jumlah tersebut naik hampir 10 kali lipat dibandingkan hari-hari libur dan tanggal merah lainnya.

Menurut Sariman selain keterbatasan jalan, tangga menurun menuju pantai juga sangat sempit dan hanya ada satu tangga dari batu untuk keluar dan masuk kawasan pantai. Akibatnya, wisatawan terpaksa mengantre karena harus berjalan satu-satu dengan posisi badan dimiringkan.

Karena itulah, Sariman mengatakan sangat berharap program pelebaran jalan dan perbaikan infrastruktur yang dikerjakan bersama dua kabupaten tetangga, yaitu Pacitan, Jawa Timur dan Wonosari, Yogyakarta.

“Ini sangat penting karena potensi wisata di kawasan ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Misalnya para pedagang makanan dan es kelapa muda, selama libur Lebaran bisa mendapatkan untung sampai Rp 1 juta per hari,” ujar Sariman.

shs

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…