Senin, 13 September 2010 23:42 WIB Klaten Share :

Gempa, pemudik tewas

Klaten (Espos)–Gempa yang membuat panik warga Klaten, Minggu (12/9) malam, menelan satu korban jiwa, Sumiyo, 40, warga RT 05/ RW II Betro Burikan Cawas Klaten.

Diduga, Sumiyo tewas lantaran mengalami shock ketika gempa menggetarkan rumahnya. “Sebab, sorenya korban sudah diperiksakan ke rumah sakit atas sakit lemah jantungnya. Nah, pas kejadian gempa itulah, diduga korban kaget dan langsung meninggal,” kata Bayan Burikan, Suroyo kepada Espos, Senin (13/9).

Informasi yang dihimpun Espos, Senin, gempa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat kejadian, sebagian besar warga rata-rata sudah terlelap tidur. Guncangan gempa juga sempat dirasakan warga di Klaten Kota. Meski tak besar, namun gempa membuat panik warga hingga berhamburan ke luar rumah.

Suroyo mengungkapkan bahwa saat gempa warga berteriak-teriak dalam kepanikan. Mereka yang terbangun langsung keluar rumah dan membangunkan saudara-saudaranya. “Nah, pada kasus warga kami yang meninggal di tempat tidurnya, saat itu keluarganya tak kepikiran membangunkannya,” paparnya.

Pada saat keluar rumah, kata dia, mereka baru teringat salah satu keluarganya yang menderita sakit lemah jantung. Saat itulah, warga langsung menjenguk ke dalam kamarnya. Namun, kondisi korban tersebut sudah tak bernyawa dengan keringat di sekujur tubuhnya. “Warga sudah mencoba membangunkannya, namun sudah tak bergerak,” paparnya.

Camat Cawas, Pri Harsanto kepada Espos menuturkan bahwa saat itu korban dalam rangka mudik ke rumah orangtuanya, Parto Sular. Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepadanya. Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, warga yang tewas tersebut langsung dikebumikan di desa setempat. “Hingga saat ini, penyebab kematian karena korban mengalami sakit lemah jantung. Sehingga, gempa membuatnya kaget dan berujung mati,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…