Senin, 13 September 2010 09:29 WIB News Share :

Gempa guncang Jogja, satu rumah rusak

Bantul–Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 Skala Richter mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada Minggu malam (12/9) pukul 23.38 WIB menyebabkan satu rumah  rusak ringan.

Giyanto, petugas Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, Senin (13/9), mengatakan berdasarkan laporan warga ada satu rumah mengalami rusak ringan.

“Rumah rusak tersebut milik Ros yang berada di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, dimana mengalami kerusakan pada atap (kayu penyangga genteng patah),” katanya.

Giyanto mengatakan, berdasarkan laporan warga pemilik rumah tersebut tidak sedang dirumah melainkan tengah di tinggal pemilik yang mudik Lebaran.

Lebih lanjut, kata dia, gempa dirasakan oleh warga Bantul cukup kuat, namun tidak menimbulkan kerusakan yang berarti, daerah yang dilaporkan mengalami kerusakan pada gempa lalu seperti di Dlingo dan Imogiri juga aman.

“Gempa memang sempat menimbulkan kepanikan warga dan berhamburan keluar rumah, namun selang beberapa menit kemudian warga telah kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Menurut petugas observasi bencana alam Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Sidik Pramono, mengatakan pusat gempa terjadi pada 23 km tenggara Bantul di kedalaman 10 km.

Ia mengatakan, gempa terjadi pada titik koordinat  8.10 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110.37 derajat Bujur Timur (BT).

“Selain gempa dirasakan oleh sebagian warga Yogyakarta, Bantul, juga dirasakan sebagian warga di Klaten dan Sukoharjo (Jawa Tengah),” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…