Senin, 13 September 2010 17:07 WIB News Share :

Arus balik melalui Salatiga membludak

Salatiga (Espos)–Arus balik kendaraan yang melintas jalan utama Solo-Semarang di Kota Salatiga yang puncaknya terjadi pada Minggu (12/9), dinilai telah melebihi batas kemampuan jalan dalam menampung kendaraan.
Dampaknya terjadi kemacetan kendaraan mulai batas kota sebelah selatan (Tingkir) hingga batas kota sebelah utara (Blotongan) sejak sore hingga tengah malam.

Kepadatan arus balik kendaraan pun kembali terjadi Senin (13/9) siang, mulai dari pertigaaan Kauman hingga Blotongan dan terus menjalar ke wilayah Kabupaten Semarang (Tuntang).

Banyaknya pemudik yang memilih pulang dalam waktu bersamaan disebut-sebut sebagai salah satu penyebab utama terjadinya kepadatan arus lalu lintas yang menyebabkan kemacetan cukup panjang.

Kepala Polres Salatiga AKBP Susetyo Cahyadi ditemui di Posko ABC, Senin kemarin, mengatakan bahwa jumlah kendaraan yang melintas pada Minggu lalu mencapai hampir 16.000 mobil. Jumlah tersebut, menurutnya melebihi kapasitas maksimal jalan utama di Salatiga yang berkisar 14.000-an mobil/hari.

Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, Kapolres memprediksi Minggu lalu merupakan puncak arus balik. Meski demikian jumlah kendaraan arus balik kemarin pun masih terpantau cukup padat.

Dari catatan petugas di lapangan, tercatat ada sekitar 5.985 mobil yang melintas hingga pukul 11.30 WIB. Namun Kapolres menjamin kemacetan tidak akan terjadi seperti pada Minggu lalu.

kha

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…