Senin, 13 September 2010 11:01 WIB News Share :

600 Rumah di Kampung Cieuteung masih terendam banjir

Bandung –Lebih dari 600 rumah di Kampung Cieunteung Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah masih terendam banjir hingga saat ini. Banjir tersebut merendam 3 RW masing-masing RW 9, 20, dan 28 dengan ketinggian beragam.

“Yang masih terendam itu hanya yang Cieunteung saja. Itu ada 3 RW yang masih banjir dengan ketinggian beragam,” kata Camat Baleendah Usman Sayogi saat dihubungi via ponsel, Senin (13/9).

Sebelumnya, selain Cieunteung, beberapa lokasi di kawasan Kelurahan Andir juga mengalami banjir. Namun, belakangan diketahui banjir di kawasan Andir sudah surut.

“Banjir di Andir itu sifatnya temporer, cepat surut. Sekarang malah sudah kering. Beda sama banjir di Cieunteung,” jelasnya.

Sementara secara keseluruhan, jumlah rumah yang sempat mengalami banjir parah lebih dari 1 meter mencapai 1.200 unit. Namun saat ini, banjir yang tersisa hanya di kawasan Cieunteung.

Usman mengatakan, warga yang mengungsi ke pengungsian ada sekitar 30 KK atau 95 jiwa. Kebanyakan dari mereka mengungsi di Kantor DPC PDIP yang biasa digunakan sebagai tempat pengungsian jika air Sungai Citarum meluap dan mengakibatkan banjir di Baleendah dan sekitarnya.

“Kita sudah mengupayakan untuk memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir. Bahkan, mereka sudah ditawarkan untuk pindah ke kontrakan dan akan diberi uang untuk ngontrak, tapi mereka tidak mau,” jelasnya.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…