Minggu, 12 September 2010 22:57 WIB Solo Share :

Lagi, peresmian BST oleh Menhub ditunda

Solo (Espos)–Rencana Pemkot Solo untuk segera meluncurkan secara resmi (grand launching) Batik Solo Trans (BST) setelah Lebaran 2010 ini, lagi-lagi ditunda.

Hal itu menyusul belum siapnya sejumlah sarana dan fasilitas pendukung pengoperasian BST. Salah satu sarana itu adalah belum tersedianya smart card yang akan digunakan para penumpang untuk pembayaran tiket BST yang bisa digunakan sebagai tiket Kereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) dan Bus Trans Jogja.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengemukakan saat ini tiket  dengan sistem smart card tersebut masih dalam proses lelang. “Sementara ini masih menggunakan karcis dengan tarif Rp 3.000 untuk umum dan Rp 1.500 untuk pelajar. Jika sudah ada smart card, masyarakat bisa berlangganan dengan sistem isi ulang,” ungkap Yosca saat dimintai konfirmasi Espos, Minggu (12/9).

Selain itu, Yosca mengatakan pihaknya juga masih menunggu kepastian waktu Menteri Perhubungan (Menhub) yang akan meresmikan peluncuran BST itu.  “Pak Menteri (Menhub-red) memang datang ke Solo namun belum akan meresmikan BST, hanya memantau arus mudik dan arus balik Lebaran,” terangnya.

Di sisi lain, diakui Yosca masih ada sedikit kekurangan dalam mempersiapkan grand launching BST tersebut, termasuk armada BST sendiri yang dinilai masih harus dilengkapi lagi fasilitasnya. Selain itu, beberapa selter di dalam kota juga masih perlu tambahan fasilitas. Sementara selter di luar Kota Solo saat ini pembangunannya baru mencapai sekitar 80 persen.

Namun Yosca memastikan BST yang sudah diujicobakan beberapa waktu lalu tetap beroperasi melayani penumpang. Ditambahkan Yosca, selama belum diresmikan, pihaknya hanya akan menurunkan delapan unit BST dari 15 armada yang ada. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam menggunakan fasilitas angkutan massal tersebut.

sry

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…