Minggu, 12 September 2010 18:38 WIB Sport Share :

Clijsters pertahankan gelar juara

New York–Kim Clijsters menambah koleksi titel Grand Slam-nya menjadi enam. Yang terakhir ia dapatkan di AS Terbuka, turnamen yang sebelumnya pernah ia menangi dua kali termasuk di tahun lalu.

Pada final yang berakhir Minggu (12/9) pagi WIB, petenis Belgia itu mengalahkan unggulan ketujuh asal Rusia, Vera Zvonareva dengan dua set langsung 6-2 6-1.

Ada cukup banyak catatan istimewa dari pencapaiannya hari ini. Salah satunya adalah meraih kemenangan termudah di turnamen ini sejak 34 tahun silam. Ukurannya adalah, dia menyelesaikan pertandingan hanya dalam waktu satu jam, persisnya 59 menit.

Final termudah sebelumnya adalah ketika petenis tuan rumah Chris Evert menundukkan Evonne Goolagong dari Australia di tahun 1976.

Clijsters juga menjadi petenis pertama setelah Venus di tahun 2000 dan 2001 yang menjadi juara di Flushing Meadwos dua kali berturut-turut.

Tahun lalu ia memenangi turnamen ini kurang dari sebulan setelah comeback dari masa pensiun selama dua tahun. Berpartisipasi lewat fasilitas wild card, Clijsters langsung menjadi juara dengan mengalahkan Caroline Wozniacki di final. Kala itu ia menjadi figur pertama sejak Evonne Goolagong Cawley di tahun 1980 sebagai ibu yang pernah memenangi turnamen besar.

Catatan lain, Clijsters menambahkan rekor bertandingnya di AS Terbuka menjadi 21 kali menang berturut-turut. Ini dihitung dari tahun 2005 saat ia pertama kali jadi juara, lalu tahun lalu dan tahun ini. Ia absen di tahun 2006 karena cedera, juga rehat di tahun 2007 dan 2008 karena habis menikah dan kemudian punya bayi.

“Tahun yang luar biasa. Kembali ke Open dan untuk pertama kalinya aku bisa mempertahankan gelarku,” ujar sang juara dalam sambutannya seusai menerima trofi.

“Kim bermain mengagumkan hari ini. Dia layak jadi juara,” timpal Zvonareva, yang kemudian tak kuasa menahan tangisnya.

“Tambahan sedikit pengalaman akan sangat membantu. Dia sudah meningkat begitu banyak,” Clijsters mencoba membesarkan hati Zvonareva. “Kalau Vera terus begitu, dia akan bisa.”

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…