Sabtu, 11 September 2010 13:20 WIB News Share :

Warga ingin bersilahturahmi, jalanan di Gemolong dipadati kendaraan

Sragen (Espos)–Jalan di perempatan Gemolong masih dipadati kendaraan umum maupun pribadi pada H+1 Lebaran, Sabtu (11/9) sejak pukul 09.00 WIB. Diprediksi, bukan hanya pemudik yang memadati jalan raya. Melainkan, warga sekitar hendak silaturahmi ke rumah sanak saudara.

Kemacetan masih mendominasi perempatan Gemolong sejak pukul 09.00 WIB. Bahkan, hingga berita ini ditulis pada pukul 13.00 WIB, jalan masih macet. Kendaraan umum maupun pribadi dari arah Solo, Sragen, Purwodadi maupun Karanggede masih memadati perempatan Gemolong. Kendaraan umum bercampur kendaraan pribadi, sepeda motor maupun mobil.

Kendaraan pribadi berpelat nomor luar kota masih ditemui di jalan. Tetapi, jumlah kendaraan pribadi terutama sepeda motor berpelat nomor dalam kota juga tak kalah banyak. Diperkirakan, mereka hendak silaturahmi ke rumah sanak saudara. Karena nuansa lebaran dan bersilaturahmi memang masih terasa.

Hasil pantauan Espos di sekitar Gemolong, warga keluar rumah untuk berkunjung ke tetangga maupun rumah sanak saudara. Tetapi, ada pula yang memilih di rumah. Mereka mengantisipasi bila ada tamu berkunjung ke rumah.

“Arus lalu lintas H+1 lebaran ini memang padat. Tetapi terhitung lancar. Saya memprediksi, bukan pemudik yang mendominasi jalan. Melainkan, warga sekitar yang bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Kalau pemudik mendominasi sebelum lebaran,” ulas Komandan Regu-II di Pos PAM 04 Gemolong, AKP Budiono SH, saat ditemui Espos di Pos PAM 04 Gemolong, Sabtu (11/9) siang pukul 10.34 WIB.

Selain petugas kepolisian dan Saka Bhayangkara yang turun ke jalan mengatur lalu lintas. Petugas juga mengatur dan mengarahkan kendaraan melalui pengeras suara. Beberapa kali, petugas mengingatkan kendaraan umum yang berhenti di pinggir jalan teralu lama untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Disinyalir, kendaraan umum dari arah Solo, Purwodadi maupun Karanggede, Boyolali inilah yang sering mengakibatkan kemacetan.

“Angkutan umum dari arah Solo, Purwodadi maupun Karanggede jadi perhatian. Karena mereka sering menaikkan dan menurunkan penumpang di sekitar perempatan terlalu lama. Hal itu yang mengakibatkan kemacetan. Apalagi, perempatan ini strategis,” imbuh Budiono.

Budiono menambahkan apabila ada kendaraan umum yang tak mengindahkan arahan petugas maka akan dilakukan beberapa tindakan tegas. Dia memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+2 dan H+3 lebaran atau Minggu (12/9) atau Senin (13/9).

“Sebetulnya, kami prioritas kelancaran jalan. Bila ada kendaraan umum yang tak mengindahkan arahan petugas beberapa kali maka akan ditindak hingga melakukan penilangan.”

m88

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…