Sabtu, 11 September 2010 16:08 WIB Solo Share :

Pengunjung TSTJ membeludak

Solo(Espos)--Pengunjung Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) pada H+2 membeludak. Hingga Sabtu (11/9) siang, jumlah pengunjung menembus angka 3.000 orang.

Membeludaknya jumlah pengunjung menyebabkan parkir sepeda motor meluber sampai ke sebagian ruas jalan di sebelah utara TSTJ yakni Jl Ki Hajar Dewantara.

Padahal pada hari H, Jumat (10/9), bertepatan dengan pembukaan Grebeg Syawal di TSTJ jumlah pengunjung dalam sehari  hanya mencapai 1.500-an orang. Tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi TSTJ pada H+2 menurut Ketua Panitia Grebeg Syawal TSTJ yang berlangsung mulai Jumat (10/9) – Minggu (19/9), Darsono lantaran pada H+2 sebagian besar masyarakat sudah bersilaturahim ke sanak keluarga. Sehingga pada hari kedua dimanfaatkan untuk berekreasi. “Dan acara Grebeg Syawal di TSTJ memang sudah menjadi semacam tradisi,” ujarnya saat ditemui <I>Espos<I> di kantornya, Sabtu (11/9).

Apalagi kata Darsono, pada Grebeg Syawal fasilitas yang disediakan TSTJ diperbanyak. Di antaranya hiburan musik dangdut dan keroncong, barongsai, tari-tarian tradisional serta reog.

Selain itu juga ada penambahan wahana anak seperti kereta kelinci, mandi bola, kereta putar maupun komedi putar. Di hari terakhir acara Grebeg Syawal, akan ditutup dengan acara atraktif yakni semacam sedratari Jaka Tingkir yang akan melibatkan ratusan orang. “Targetnya selama Grebeg Syawal total pengunjung yang dapat dijaring bisa mencapai 50.000 orang,” ujar Darsono.

Menurut salah seorang pengunjung TSTJ yang setiap tahun mengunjungi acara Grebeg Syawal di TSTJ, Sudarti,40, warga Termulus Kelurahan Pondok Grogol, ia dan anak-anaknya memilih menghabiskan waktu berekreasi di TSTJ karena wahana permainan yang disediakan cukup lengkap. “Sekalian bisa melihat binatang,” ujarnya.

Sayangnya, kata Sudarti harga tiket masih terbilang mahal. Karena baik anak-anak maupun dewasa sebelum masuk harus menebus tiket yang dibanderol dengan harga Rp 10.000. “Padahal tahun kemarin masih Rp 7.000,” akunya.

Warga Sambi Boyolali, Tarman, 38, yang baru sekali ini mengunjungi acara Grebeg Syawal TSTJ juga mengamini kalau wahana yang disediakan sebagai hiburan cukup komplet. Itulah sebabnya, kedua anak yang dibawa merasa puas bermain beragam wahana di TSTJ. “Mungkin ke depan yang harus diperhatikan lagi fasilitas lain seperti kamar mandi,” pungkasnya.

fey

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…