Sabtu, 11 September 2010 16:30 WIB Tak Berkategori Share :

Ngalap berkah dari gunungan Grebeg Syawal

Solo (Espos )–Dua buah gunungan dikirab oleh prajurit Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung, Solo. Iring-iringan tersebut meriah dengan suara tabuhan dari beraneka macam alat musik yang dibawa sebagian prajurit.

Warga yang telah menunggu kedatangan rombongan Grebeg Syawal, turut mengikuti jalannya iring-iringan dar belakang. Rombongan melewati ruang pagelaran keraton menuju Alun-alun Lor, dan berbelok ke kiri menuju Masjid Agung. Grebeg ini dimulai, Sabtu (10/9), sekitar pukul 11.00 WIB.Dua buah gunungan itu berisi hasil bumi dan makanan tradisional.

Grebeg adalah tradisi Keraton Kasunanan Surakarta sebagai wujud sedekah keraton kepada rakyatnya yang disimbolisasikan dengan gunungan berisi sayuran, di antaranya kacang panjang, cabai, dan sebagainya.

Setiba di depan masjid, dua gunungan itu dimasukkan ke teras masjid.Sejumlah abdi dalem keraton berdoa untuk memohon keselamatan. Kemudian dua gunungan itu dibawa ke luar teras. Sebelum tiba di halaman,tepatnya di ujung teras masjid, gunungan lanang segera diserbu warga.

Seseorang melompat dan mendekap gunungan itu. Tangan kiri berpegang agar tetap seimbang, tangan sebelahnya dengan rakus merampas pucuk gunungan itu.Tak karuan terjadi kegaduhan di teras tersebut. Warga tua maupun muda berdesak-desakan untuk sepotong bagian dari gunungan itu.

Seorang laki-laki bertubuh tinggi mendesak dari belakang dan berhasil menggapai telur bebek asin yang menjadi bagian dari pucuk gunungan.Warga lainnya tidak mau kalah. Demi mendapatkan bagian dari gunungan itu, ia mengambil secara membabi-buta sehingga ujung gunungan rusak tak berupa. Telur asin banyak yang hancur, demikian juga cabai dan kacang panjang. Sedang gunungan lainnya dibawa kembali ke keraton.

Aksi berebut gunungan ini merupakan tradisi mencari atau ngalap berkah yang sudah berlangsung ratusan tahun. Warga menyakini, bagian dari gunungan itu memberi berkah keselamatan dan kemakmuran bagi warga yangmendapatkannya.

Salah satu warga asal Danukusuman, Serengan, Sri Lestari, mengaku sengaja datang ke masjid untuk memperoleh bagian dari gunungan itu.Meski perempuan setengah baya, ia mampu memperoleh seikat kacang panjang, sepotong telur asin dan cabai. “Agar dapat berkah dari Allah,” katanya setengah berteriak.

Selanjutnya, sayuran yang ia peroleh itu akan dimasak dan dihidangkan untuk keluarga. Warga Baluarti, Sutinah, yang sudah berusia 70-an tahun tidak mau kalah dengan yang lebih muda. Ia ikut berdesak-desakan dan berharap mendapat keberkahan dari gunungan itu. Sutinah hanya memperoleh sisa-sisa dari gunungan itu yang ia ambil dari tanah. Namun ia tetap merasa bersyukur meski mendapat secuil gunungan.

“Cuma dapat ini,enggak apa-apa,” katanya sambil memperlihatkan sepotong kacang panjang dan cabai yang sudah tidak utuh.

m86

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…