Sabtu, 11 September 2010 23:16 WIB Wonogiri Share :

Launching Waterboom Wonogiri, meleset

Wonogiri (Espos)--Peresmian wahana wisata air Waterboom Nawangwulan di kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM), meleset dari waktu yang direncanakan, yakni Kamis (9/9). Pembangunan wahana baru itu diperkirakan baru mencapai tahap 70% pada H+2 Lebaran, Sabtu (11/9).

Hal itu disampaikan oleh Kepala UPT Pengelola Kawasan Wisata Sendangasri WGM, Agus Tri Harimulyanto saat ditemui Espos di kantornya, Sabtu siang. Dia mengatakan wahana itu memang diproyeksikan mulai dibuka saat Lebaran.”Pembangunan itu dikerjakan oleh investor. Tupoksi saya tidak menjawab pertanyaan itu,” katanya saat ditenya mengenai melesetnya jadwal peresmian wahana baru itu.

Menurutnya, hal itu tidak memengaruhi minat pengunjung saat Lebaran.doia beranggapan peresmian waterboom lebih baik dilakukan di luar momen Lebaran. “Sayang juga jika sudah tempat itu mulai dibuka saat ini (Lebaran-red). Mendingan dibuka setelah Lebaran sehingga menjadi daya tarik saat pengunjung tidak seramai ini,” anggapnya.

Berdasarkan pantauan Espos, kawasan wisata itu dipadati oleh pengunjung dari beberapa wilayah. Salah satu pengunjung asalah Sukoharjo, Mulyani, 45, warga Tobong RT 2/RW VI, Tawangsari, mengatakan, dia bersama keluarga memilih mengisi libur Lebaran di tempat itu lantaran jarak yang terjangkau terhitung beberapa rumah saudaranya di Wonogiri. “Sekalian bersilaturahmi ke tempat saudara, saya dan keluarga mampir ke sini,” jelasnya.

Berdasarkan catatan pengelola tempat itu sampai pukul 13.00 WIB, terdapat 15.200 pengujung yang datang. Jumlah itu melonjak drastis dibanding jumlah pngunjung di hari H Lebaran, Jumat, yakni sejumlah 4.532 orang. “Kami belum bisa merekap semua jumlah total lantaran pengunjung masih terus berdatangan,” kata Bendahara Penerimaan Pembantu sekaligus pengelola karcis tempat wisata itu, Slamet Sutono.

m85

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…