Sabtu, 11 September 2010 19:00 WIB Karanganyar Share :

5 Bayi lahir saat Idul Fitri

Karanganyar (Espos)--Bayi lahir yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Jumat (10/9), di Karanganyar berjumlah lima kelahiran. Kelima bayi tersebut terdiri dari tiga berjenis kelamin laki-laki dan dua berjenis kelamin perempuan.

Data tersebut didapat Espos dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. Lima bayi itu masing-masing lahir dari pasangan suami-istri Maya Sholihah dan Purwanto, warga Karang Mojo, Tasikmadu, lahir pukul 01.10 WIB, Rina dan Febrianto, warga Jongke, Karanganyar, lahir pukul 02.05 WIB, Iin dan Gunawan, warga Tasikmadu, lahir pukul 04.10 WIB, Musmiah dan Sutasdi, warga Ngegoh, Alastuwo, lahir pukul 05.15 WIB dan pasangan Anik Rahayu dan Suyamto, warga Dukuh, Kaling, Tasik Madu, lahir pukul 07.50 WIB.

Menurut bidan jaga di RSUD Karanganyar, Sulis, saat ditemui Espos, Sabtu (11/9), menyampaikan kelahiran bayi seluruhnya normal dan sehat. Kelahiran hanya membutuhkan sedikit pacuan. “Semua bayi begitu lahir langsung menangis. Itu artinya bayi dalam kondisi sehat. Semua normal dan lancar,” paparnya.

Salah seorang bapak dari bayi tersebut, Gunawan, 23, suami dari Iin, mengaku senang dengan kelahiran anak pertamanya itu. Ia berharap kelahiran anak perempuannya yang bertepatan dengan Idul Fitri itu mejadi pertanda baik. Ia juga berharap, kelak putrinya menjadi anak yang pandai menjaga kesucian dirinya. Hal itu sesuai dengan makna Idul Fitri, yakni suci. Kendati demikian, pasangan yang baru menikah satu tahun itu belum berencana memberi nama anaknya.

Lain halnya dengan Anik Rahayu, 25, ibu dari salah seorang bayi. Ia bersama suami, Suyanto, 36, sudah merencanakan bayi perempuannya itu dengan nama depan Fitria. “Nama belakang masih kami pikirkan,” katanya. Senada dengan Gunawan, Anik juga berharap anak ketiga yang lahir di Idul Fitri itu menjadi pertanda baik bagi putri dan keluarganya.

m93

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…