Jumat, 10 September 2010 17:09 WIB Solo Share :

Warga Panti Wreda ikut mudik

Solo (Espos)--Momentum Lebaran dimanfaatkan warga penghuni Panti Wreda Solo untuk mudik. Dari 90 penghuni, ada 25 orang yang diizinkan mudik ke rumah masing-masing.

Sebagian besar pemudik adala warga asli Solo. Sedang bagi warga luar kota seperti Sukoarjo dan Sragen dijemput pihak keluarga. Jumat pagi, beberapa warga sudah pulang sendiri dan ada pula yang dijemput.

“Yang pulang sendiri warga Solo, asal ada dana ada tenaga, ya silakan,” kata Kepala Panti Wreda Solo, Suryanto saat ditemui Espos, Jumat (10/9). Pihaknya member kesempatan bagi penghuni panti untuk pulang selama dua hari hingga Sabtu sore. Menurutnya, keinginan penghuni panti untuk melihat rumahnya cukup besar, terlebih yang hanya berkesempatan pulang satu tahun sekali.

“Dari luar kota sudah pada dijemput keluarga, biar mereka kumpul saat Lebaran dan bersilaturahmi dengan keluarga,” ujarnya. “Mereka jarang pulang juga, kan,” tambahnya.

Namun ada sebagian besar penghuni hanya dijenguk di panti. “Karena memang kondisinya tidak memungkinkan, “tuturnya. Salah satunya adalah Darno, 62, warga Jebres. Ia tidak pulang karena harus berada di atas kursi roda. Ia sudah berada dip anti tersebut setahun lalu. Kedua anaknya menitipkannya ke panti karena desakan ekonomi.

“Saya lagi menunggu ragil (anak terakhir) saya, sebentar lagi datang,” kata Darno menanti di depan aula. Ia mengaku sudah kangen dengan anak-anaknya. Anak pertamanya bekerja di Surabaya, sedang anak kedua di Sukoharjo. Setiap 2-3 bulan sekali, ia dijenguk anak bungsunya. “Ini Lebaran pertama saya dipanti, perasaan saya senang karena banyak teman dan ramai,” pungkasnya.

m86

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…