Jumat, 10 September 2010 13:26 WIB News Share :

SBY
Membakar kitab suci tindakan tidak beradab

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpendapat, membakar kitab suci, merusak rumah ibadah, menggunakan pedang, bom dan kekerasan adalah tindakan tidak beradab.

“Saya harus bisa mengatakan membakar kitab suci agama, merusak rumah ibadah, menggunakan pedang, bom dan kekerasan adalah tindakan tidak beradab. Kali ini, kitab suci Alquran yang menjadi sasaran karena itu kita cegah bersama,” kata SBY.

Hal ini disampaikan SBY dalam pidatonya di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/9).

SBY mengucapkan terima kasih kepada pemimpin dan pemuka agama yang tetap kompak, bersatu dan tidak terprovokasi atas rencana pembakaran Alquran oleh pemimpin gereja di Florida, AS, Pastor Terry Jones. Bahkan, kata SBY, pemimpin dan pemuka agama telah menyampaikan protes terhadap rencana pembakaran Alquran.

“Ini tradisi yang baik. Ketika ada masalah sensitif, menelaah secara jernih, dan terukur,” ujar SBY yang mengenakan batik warna coklat muda itu.

Pastor Terry Jones membatalkan rencananya untuk membakar ratusan Alquran. Dia menjelaskan hal ini urung dilakukannya karena pimpinan organisasi Muslim telah sepakat untuk memindahkan lokasi masjid dari dekat wilayah Ground Zero di New York.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…