Jumat, 10 September 2010 19:32 WIB News Share :

Hari raya jatuh pada Jumat, warga ogah ke objek wisata

Klaten (Espos)--Warga Klaten tampaknya tidak begitu bergairah datang ke tempat-tempat wisata pada hari pertama Lebaran. Jumat (10/9), hampir seluruh obyek wisata yang tersebar di Klaten masih sepi dari pengunjung.

Di kompleks Candi Prambanan, tidak terlihat adanya lonjakan pengunjung pada hari pertama Lebaran. Berdasarkan pantauan Espos di sana, hingga pukul 11.00 WIB nyaris tak terlihat adanya rombongan pengunjung yang masuk ke lokasi kompleks candi. Bahkan dibandingkan dengan H-1, jumlah pengunjung malah turun drastis.

Arus lalu-lintas di sekitar kompleks Candi Prambanan pun sedikit lebih lengang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Jalur Solo-Jogja di kawasan ini lebih banyak dipadati oleh kendaraan lokal dengan plat nomor AD dan AB. Arus mudik tampak sudah menurun dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu di kawasan wisata Umbul Cokro, Tulung, Klaten, juga belum menampakkan lonjakan pengunjung pada hari pertama Lebaran. Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung, masih terlihat sepi. Hingga Jumat pukul 13.30 WIB, hanya terlihat sekitar 30-an orang yang mengunjungi obyek wisata baru itu.

“Kondisinya memang ada peningkatan, tapi masih agak sepi. Mungkin Sabtu (11/9) atau malah Minggu (12/9) baru ramai karena banyak acara hari itu,” kata Agus, koordinator panggung OMAC saat ditemui Jumat.

Pemandangan serupa juga terlihat di beberapa tempat pemandian yang ada di kawasan Cokro. Para juru parkir di sana mengaku jumlah pengunjung masih sepi. Diduga, hal ini disebabkan hari raya tahun ini jatuh pada hari Jumat. Setelah pagi hari menjalan Salat Id, siang harinya masih dilanjutkan dengan agenda Salat Jumat.

“Ini kan hari Jumat, hari pendek, jadi banyak yang malas datang ke sini. Paling-paling Minggu baru ramai,” kata Bambang, petugas parkir di Pemandian Cokro.
Tak jauh dari kawasan Cokro, tempat pemancingan di kawasan Janti malah jauh lebih sepi. Ada beberapa lokasi pemancingan yang didatangi pengunjung. Namun sebagian tempat pemancingan besar justru tutup pada hari pertama Lebaran.

ama

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…