Jumat, 10 September 2010 23:11 WIB Klaten Share :

Dapat remisi, 3 Napi Klaten langsung bebas

Klaten (Espos)--155 Orang narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Klaten, mendapatkan remisi pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Dari jumlah tersebut, tiga orang Napi di antaranya langsung bebas pada Jumat (10/9).

Pengumuman nama-nama Napi yang mendapatkan remisi tersebut dilakukan setelah pelaksanaan Salat Id di halaman tengah Lapas Klaten Jumat lalu. Ketiga orang yang langsung bebas tersebut adalah Wiwik Abidin, Iwan Setiawan dan Lukman Sarsito. Iwan Setiawan adalah Napi kasus Curanmor dan Lukman adalah terpidana kasus kecelakaan maut beberapa waktu lalu. Ketiganya langsung keluar dari Lapas beberapa saat seusai Salat Id.

“Dari 270 orang yang menghuni Lapas ini, 155 orang dapat remisi. Kami harapkan mereka bisa kembali di masyarakat dan tidak akan kembali lagi ke sini,” kata Kepala Lapas Klaten, Iskandar, saat ditemui Espos Jumat.

Selain mereka yang kini telah mendapatkan remisi, pihak Lapas Klaten sebenarnya juga tengah mengajukan remisi bagi lima orang Napi dalam berbagai tindak pidana khusus. Dari kelima orang tersebut ada yang terlibat kasus korupsi, Narkoba, illegal logging dan trafficking. Namun menurut Iskandar, pengajuan kelimanya masih menunggu keputusan Menteri Hukum dan HAM.

“Kalau untuk Napi dengan tindak pidana khusus kan keputusannya langsung dari menteri, jadi beda dengan yang lain. Kami masih menunggunya,” lanjut Iskandar.

Menurut Iskandar, hal yang paling berat bagi Napi setelah bebas adalah penerimaan masyarakat. Namun dia yakin hal itu juga tergantung dari niat si Napi sendiri, apakah benar-benar keluar dari dunia hitam atau malah kembali ke dunia lama.

Walaupun berstatus sebagai Napi khusus, belum tentu mereka melakukan pelanggaran berat. Salah seorang Napi yang terjerat kasus penculikan misalnya, ternyata hanya berawal dari masalah pribadi, yaitu melarikan pacarnya sendiri. “Tapi kalau dalam hukum pidana itu kan masuk dalam pasal penculikan,” kata Kasi Binadik Lapas Klaten, Eko Bekti dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, saat ini di Lapas Klaten juga ada beberapa orang Napi kasus Tipikor. Namun menurut Eko, kasus Tipikor yang dilakukan juga tidak tergolong besar. “Di sini ada sekitar lima orang, tapi mereka koruptor sekelas kepala desa lah,” lanjut Eko.

ama

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…