Jumat, 10 September 2010 11:40 WIB News Share :

Ahmadiyah Semarang sesalkan pernyataan Menteri Agama

Semarang –– Jemaah Ahmadiyah Cabang Semarang menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali terkait rencana pemerintah membubarkan organisasi yang mereka anut setelah Lebaran 2010.

“Kami sangat menyesalkan apa yang disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali beberapa waktu yang lalu karena hal tersebut tidak mencerminkan sosok seorang negarawan dan dapat mengganggu situasi yang kondusif di masyarakat,” kata Sekretaris Bagian Hubungan Masyarakat Jemaah Ahmadiyah Semarang Mochammad Arief Syafi`ie di Semarang, Jumat.

Hal tersebut diungkapkannya usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1431 Hijriah di Masjid Nusrat Jahan yang terletak di Jalan Erlangga 7 A Kota Semarang dan diikuti oleh puluhan Jemaah Ahmadiyah Indonesia Cabang Semarang.

Ia mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait rencana pembubaran tersebut karena Ahmadiyah berdiri di Indonesia secara resmi dan mempunyai badan hukum yang disahkan menteri kehakiman pada tahun 1950.

“Selain menempuh upaya hukum sebagai bentuk perjuangan, kami juga menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini hubungan Jemaah Ahmadiyah Cabang Semarang dengan lingkungan sekitar termasuk instansi dan organisasi massa lainnya juga sangat baik serta tidak terjadi konflik atau permasalahan.

“Selama ini kami juga selalu menaati kepada pemerintah dan membina hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Ia mengatakan, khusus Jemaah Ahmadiyah Cabang Semarang memiliki penganut sekitar 200-300, sedangkan di Jawa Tengah terdapat 13 cabang yang diantaranya di Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kota Salatiga, dua cabang di Kota Purwodadi, dan dua cabang di Kabupaten Semarang.

“Pada tahun 1998 Jemaah Ahmadiyah tersebar di 150 negara, namun pada tahun ini sudah tersebar di 194 negara di seluruh belahan dunia,” ujar Arief.

Mochammad Syaeful Uyun selaku Imam sekaligus Khatib pada Shalat Idul Fitri 1431 Hijriah di Masjid Nusrat Jahan Semarang berpesan agar seluruh Jemaah Ahmadiyah selalu meningkatkan ketakwaan serta mempererat tali persatuan dan kesatuan dengan umat muslim termasuk umat beragama lainnya.

Setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid setempat, puluhan Jemaah Ahmadiyah terlihat bersalaman saling memaafkan antarjemaah dengan diliputi suasana haru.


Ant/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…