Jumat, 10 September 2010 10:19 WIB Tak Berkategori Share :

1000-an orang ikuti Salat Idul Fitri di halaman Balaikota

Solo(Espos)–Sebanyak 1000-an orang warga Kota Solo yang tinggal di sekitar Balaikota serta sejumlah PNS yang bekerja di lingkungan Pemkot Solo mengikuti Salat Idul Fitri di halaman Balaikota Solo Jumat (10/9) pagi.

Salat Idul Fitri yang dilaksanakan mulai pukul 06.15 WIB dan berakhir pukul 6.30 WIB tersebut dipimpin oleh Ustad Maksum Halim Al Hafidz yang merupakan anggota Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Tengah.

Sementara itu, HM Dian Nafi’ selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Muayyad Windan Makamhaji Kartasura bertindak sebagai khatib.

Dalam khotbahnya yang berjudul Membangun karakter kita, Dian Nafi’ mengungkapkan bahwa pembangunan karakter menjadi sangat penting dewasa ini dan harus dimulai dari umat Islam sebagai bagian mayoritas warga negara Indonesia. “Apalagi kita sedang berada dalam situasi yang tidak jauh dari zaman yang diprihatinkan seperti dicatat Thomas Lickona, guru besar pendidik Cortlan University,” ujarnya.

Di antaranya, kata Dian karena meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata memburuk serta semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk. Dan puasa yang baru saja berakhir memberikan dua pelajaran yakni <I>shiyam<I> artinya menahan diri dari naluri jasmaniah. Serta <I>shaum<I>, mencegah dari jebakan perilaku kekerasan.

Seusai khotbah berakhir, sebagian warga langsung menuju Pendhapi Gede Balaikota untuk bersalaman dengan Walikota Solo Joko Widodo beserta keluarga. Sementara sebagian lagi langsung menuju halaman belakang Pendaphi Gede untuk menyantap sejumlah hidangan yang sudah disediakan oleh Pemkot Solo. “Semoga di hari yang fitri ini amalan yang sudah kita lakukan di bulan puasa lalu bisa diterima,” ujar Joko Widodo.

Rampung menyalami semua jemaah salat Idul Fitri, Joko Widodo lantas membagikan sejumlah uang mulai pecahan Rp 1.000-an, Rp 2.000-an dan Rp 5.000-an, kepada ratusan jemaah baik anak maupun dewasa. Barulah kemudian, Joko Widodo dan keluarga nyekar ke makam orangtuanya dan menuju rumah dinas, Lodji Gandrung untuk open house.

fey

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…