Kamis, 9 September 2010 07:14 WIB News Share :

Upah belum dibayar, ribuan buruh di Semarang duduki pabrik

Semarang — Ribuan buruh PT SAI Apparel Semarang menduduki pabrik dan meminta pembayaran upah. Jika tak segera dibayar, mereka mengaku tidak akan bisa merayakan hari lebaran.

Peristiwa itu terjadi di Jl. Brigjend Sudiarto, Penggaron, Semarang, Rabu (8/9/2010) malam. Para buruh memenuhi halaman pabrik yang bergerak di bidang garmen tersebut.

“Ini yang mau mudik, batal. Besok kan sudah Lebaran,” kata seorang buruh, Siswati.

Buruh mengaku belum mendapatkan upah untuk Bulan Agustus. Padahal, seharusnya gaji itu dibayarkan maksimal pada Senin (6/9) lalu. Namun berdasar informasi, sebetulnya sebagian buruh telah menerima upah. Hanya, yang belum menerima lebih banyak.

Emosi para buruh sempat naik saat mendengar kabar perusahaan tak bisa membayar dalam waktu dekat karena tak punya uang. Mereka menggedor-gedor pintu dan memaki karyawan pabrik.

Buruh perempuan itu memastikan perusahaan bisa membayar upah, karena sebelumnya mereka telah memberi THR. “Tak mungkin mereka tak bisa membayar,” kata mereka.

Emosi buruh mereda setelah aparat kepolisian turun tangan. Perwakilan buruh ditemui pihak perusahaan. Tak jelas hasil pertemuan itu, karena perusahaan tak memberi keterangan resmi.

Berdasar informasi di lapangan, dikabarkan upah dibayar 20 September mendatang. Jika tidak, perusahaan didenda dan akan berurusan dengan kepolisian. Meski tak puas, akhirnya buruh meninggalkan pabrik yang didudukinya selama beberapa jam itu.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…