Kamis, 9 September 2010 08:26 WIB Info Mudik Share :

KPAI
Perilaku pemudik motor membahayakan anak

Magelang— Perilaku pemudik yang menggunakan sepeda motor menjelang Lebaran 2010 relatif membahayakan keselamatan anak, kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Hadi Supeno.

“Kami prihatin dan kecewa karena perilaku pemudik tahun ini belum menghargai hak-hak anak bahkan cenderung membahayakan keselamatan anak-anak,” katanya di Magelang, Jateng, Kamis.

Ia menyatakan memantau secara langsung di sepanjang jalur pantai utara dan tengah sejauh sekitar 600 kilometer atas arus mudik Lebaran 2010 belum lama ini.

Ia menyatakan masih relatif banyak ditemukan para orang tua memboncengkan dengan sepeda motornya anak-anak bahkan bayi saat mudik Lebaran.

Bahkan, katanya, satu sepeda motor dinaiki ayah, ibu, dan dua anak, dengan kecepatan relatif tinggi.

“Yang lebih membuat miris, mereka mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi pada malam hari. Memang anak didekap ibu dalam balutan pakaian tebal, namun dengan jarak yang sangat jauh, itu membahayakan,” katanya.

Ia menyatakan meminta pemerintah pada masa mendatang mengeluarkan larangan tentang mudik bersepeda motor dengan memboncengkan anak.

“Kami minta agar ke depan pemerintah secara ketat melarang pemudik memboncengkan anak, khususnya bayi dan balita,” katanya.

Ia menyatakan pentingnya kompensasi atas larangan itu antara lain berupa penyediaan kereta api khusus untuk mengangkut sepeda motor.

“Itu harus disosialisasikan sejak awal,” katanya.

Ia mengemukakan pentingnya kesadaran masyarakat bahwa mudik bersepeda motor dengan menempuh jarak relatif jauh dan memboncengkan anak-anak sebagai tidak manusiawi.

“Masyarakat harus disadarkan bahwa mudik jarak jauh dengan menggunakan sepeda motor adalah tidak manusiawi, berpotensi menjadi kekerasan terhadap anak, dan membahayakan jiwa anak,” kata Hadi Supeno.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…