Rabu, 8 September 2010 12:44 WIB Sragen Share :

Warga berebut THR dari Bupati Sragen

Sragen (Espos)–Acara bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) dari Bupati Sragen, Untung Wiyono, di perempatan Gemolong, nyaris kisruh.

Ratusan orang, penarik becak, pengamen, dan masyarakat sekitar berebut ingin mendapatkan amplop berisi uang THR senilai Rp 20.000. Guna menghindari keributan, akhirnya setelah 100-an amplop disebarkan, petugas mengalihkan pembagian THR di pendapa kantor Kecamatan Gemolong.

Bupati Untung yang menyaksikan kejadian tersebut sempat marah dan mengancam akan menarik kembali THR. “Orang Sragen tidak seperti ini, ayo tertib,” tegas Bupati, di hadapan massa, di lokasi setempat, Rabu (8/9).

Bagi-bagi THR dari pejabat memang rutin dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kecamatan Gemolong. Dua tahun terakhir, acara bag-bagi THR semacam itu juga selalu semrawut.

Untuk tahun ini, bagi-bagi THR dari Bupati dilaksanakan setelah peninjauan di Pos Pengamanan (Pos Pam) Lebaran di perempatan Gemolong. Bupati Untung memberikan 200 amplop yang ditujukan untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah, seperti penarik becak, pengamen, asongan, pedagang kecil dan masyarakat sekitar.

tsa

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…