Rabu, 8 September 2010 16:59 WIB Boyolali Share :

Tujuh ABG cabuli siswi SD

Boyolali (Espos)–Entah apa yang mempengaruhi tujuh anak baru gede (ABG) ini hingga melakukan pencabulan terhadap seorang bocah yang masih sekolah di kelas IV SD.

Kini ketujuh ABG itu ditahan di Mapolres Boyolali guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah keluarga korban melaporkan kasus itu ke polisi. Ketujuh ABG yang masih satu kampung di Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali itu, masing-masing berinisial BP, 13 dan AS, 14, keduanya pelajar SMP, DA, 15; FS, 15; FY, 14; PS, 13 dan RS, 15.

Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kasatreskrim AKP Asnanto dan Kanit PPA Ipda Subiyati mengatakan peristiwa pencabulan itu terjadi Jumat (3/9), saat itu korban baru selesai melaksanakan Salat Tarawih.

Kasatreskrim menambahkan peristiwa itu bermula saat tersangka BP mengirim pesan singkat atau short message service (SMS) kepada korban Bunga (bukan nama sebenarnya), 11 untuk bertemu. “Tersangka BP kemudian menjemput korban di masjid. Oleh para tersangka, korban kemudian diajak ke sebuah rumah kosong di wilayah desa setempat,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/9).

Kasatreskrim menambahkan saat berada di rumah kosong itu, korban dicabuli. Beruntung, aksi tak senonoh itu tidak sampai ke hubungan intim. Korban hanya diciumi dan diraba-raba bagian dada oleh ketujuh tersangka. “Setelah itu korban pulang. Kasus itu terungkap setelah pihak keluarga mengetahui peristiwa itu,” papar dia.

Tidak terima dengan perlakuan itu, jelasnya, keluarga korban akhirnya melapor ke Mapolsek Ngemplak untuk penyelidikan lebih lanjut. Karena tersangka dan korban masih di bawah umur, kasus itu kemudian diserahkan ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Boyolali untuk ditindaklanjuti. Kasatreskrim menambahkan para tersangka dijerat Pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…