Rabu, 8 September 2010 20:26 WIB News Share :

SBY Tanggapi 8 isu, termasuk kritikan Kolonel Adjie Suradji

Jakarta–Seperti yang dijanjikan, Presiden SBY akhirnya berbicara di depan publik mengenai isu-isu terkini. Ada 8 isu yang ditanggapi Presiden SBY, termasuk isu kritikan Kolonel (Pnb) Adjie Suradji di kolom harian Kompas dan kemacetan di Jakarta.

SBY menanggapi 8 isu ini dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/9) pukul 20.00 WIB. Hingga pukul 20.10 WIB, jumpa pers masih berlangsung. Jumpa pers ini dilakukan setelah SBY melakukan buka puasa dan salat magrib bersama para pemimpin redaksi media massa.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II turut menghadiri jumpa pers ini, antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso juga tampak hadir. Ibu Negara Ani Yudhoyono yang mengenakan jilbab warna biru juga turut mengikuti jumpa pers ini.

“Ada delapan isu yang saya kedepankan yang menjadi perhatian publik dan masih akan berlangsung beberapa saat lagi. Isu lain, yang tidak termasuk 8 isu ini, tidak saya pilih karena persoalan waktu. Mungkin lebih tepat disampaikan jajaran menteri atau bisa kami komunikasikan kemudian,” kata SBY saat membuka jumpa pers.

Lantas, Presiden SBY yang mengenakan baju batik warna biru dan berkopiah hitam itu memaparkan delapan isu tersebut. Delapan isu itu adalah:
1. Pergantian panglima TNI
2. Kasus Kolonel Adjie Suradji
3. Rencana pergantian Kapolri dan Jaksa Agung
4. Langkah-langkah penguatan Kompolnas dan Komisi Kejaksaan
5, Pemilihan Pimpinan KPK yang sudah saya ajukan ke DPR
6. Stabilisasi  harga bahan pokok
7. Bencana Gunung Sinabung dan antisipasi bila ada gempa bumi dan bencana-bencana sejenis
8. Kemacetan kota Jakarta serta pemikiran dan insya Allah menjadi rencana  untuk menentukan pusat pemerintahan yang ideal

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…