Rabu, 8 September 2010 16:05 WIB Karanganyar Share :

Salat Id dipusatkan di Alun-alun Karanganyar

Karanganyar (Espos)–Salat Idul Fitri di Kabupaten Karanganyar bakal dipusatkan di alun-alun kabupaten setempat, Jumat (10/9) besok.

Salat tersebut akan diikuti Bupati Karanganyar, Hj Rina Iriani; Wakil Bupati (Wabup) Paryono; Sekda Karanganyar, Kastono, serta jajaran Muspida. Termasuk Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikna, dijadwalkan mengikuti salat yang akan diimami Ust Asmawi Mahfudz Al Hafidz dari Ponpes Isy Karima itu.

Penjelasan tersebut disampaikan Kasi Penerangan Masyarakat (Penema) dan Ponpes, Drs H Nurhadi SH MM melalui penyuluh agama di Penema, Gunawan saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (8/9).

“Seperti tahun lalu, Salat Id 1431 Hijriyah atau tahun 2010 akan dilakukan di alun-alun. Bupati dan jajaran Muspida termasuk Dandim dijadwalkan mengikuti salat ini,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan, Salat Id di alun-alun akan diisi ceramah tentang Merajut Keluarga Sakinah Menuju Al-Jannah oleh H Badaruddin MAg. Kementerian Agama Karanganyar telah menyebar sejumlah spanduk ajakan Salat Id bersama, di beberapa titik di kawasan Karanganyar kota. Diantaranya di pintu masuk sebelah timur Kodim 0727/Karanganyar, Kantor Bupati Karanganyar dan Jembatan Siwaluh.

Gunawan melanjutkan, Salat Id akan dilaksanakan sekitar pukul 06.00 WIB. Kaum muslim yang hendak mengikuti salat diimbau membawa alat salat sendiri seperti tikar. Sebab panitia salat dari Kementerian Agama Karanganyar hanya menyediakan tikar bagi jemaah di bagian atau urutan depan.

Sedangkan untuk parkir kendaraan, jemaah dapat memanfaatkan kompleks kantor bupati dan area parkir Masjid Agung. Selain salat di alun-alun, Kantor Urusan Agama (KUA) di tiap kecamatan juga akan melangsungkan Salat Idul Fitri.

Namun Gunawan berharap Salat Id tidak dilakukan dengan menutup jalan. Di sisi lain, Kementerian Agama Karanganyar akan menggelar kegiatan pemukulan beduk atau rampak beduk di Masjid Agung.

Kegiatan yang akan dibuka dengan pemukulan beduk oleh Hj Rina Iriani tersebut akan diikuti 1.000 anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) wakil 17 kecamatan di Bumi Intanpari. Sedangkan bagi masyarakat umum diminta tidak melakukan takbir keliling menggunakan kendaraan bermotor. Sebab tindakan tersebut berbahaya dan sering menyebabkan kemacetan jalan.

kur

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…