Rabu, 8 September 2010 11:06 WIB News Share :

PKS
Para menteri jangan takut reshuffle

Jakarta–Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta meminta agar semua menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak kuatir dan tidak memikirkan bakal adanya reshuffle kabinet.

“Para menteri sebaiknya fokus pada pekerjaan saja, tak perlu kuatir akan reshuffle,” kata Anis Matta, Jakarta, Rabu (8/9).

Wakil Ketua DPR itu meminta kepada menteri dari PKS untuk tetap bekerja secara maksimal. “Saya juga meminta kepada menteri dari PKS untuk terus bekerja secara maksimal. Para menteri adalah pembantu presiden. Jadi tak perlu takut,” ujarnya.

Menurut dia, reshuffle bukan jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan bangsa. “Reshuffle bukan jawaban yang tepat sekarang ini untuk menyelesaikan masalah bangsa. Yang diperlukan diperbaiki adalah leadership dari pemimpin nasional kita,” ungkapnya.

Kunci utama dari masalah bangsa ini, sambungnya, terletak pada leadership seseorang, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Simpul dari ke semua persoalan yang ada terletak pada leadership seorang pemimpin. Jadi para menteri tak perlu takut akan adanya reshuffle,” ucap dia.

Ia mencontohkan, lemahnya leadership seorang pemimpin bisa dilihat dari hasil perundingan antara Indonesia-Malaysia. “Hasil perundingan Indonesia-Malaysia di Kinabalu itu tidak memuaskan. Itu salah satu bukti lemahnya simpul leadership kita. Jadi jangan disalahkan para pembantunya, apalagi melakukan reshuffle,” katanya.

Terkait laporan Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan, Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Anis mengatakan, laporan tersebut hanya referensi dan belum tentu jadi acuan bagi SBY untuk melakukan reshuffle.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…