Rabu, 8 September 2010 20:04 WIB Klaten Share :

Jelang Lebaran aksi tebus gadai marak

Klaten (Espos)–Menjelang Lebaran, nasabah Pegadaian Cabang Klaten ramai-ramai melakukan aksi tebus gadai, khususnya berupa perhiasan emas. Di sisi lain, tak sedikit pula masyarakat yang menggadaikan barang berharga miliknya ke Pegadaian untuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Cabang Pegadaian Klaten, Daroni, Rabu (8/9), mengatakan, nilai transaksi tebus barang gadai pada Selasa (7/9), tercatat sejumlah Rp 200 juta. Sementara, barang yang digadaikan para nasabah pada hari yang sama mencapai Rp 160 juta. “Banyak yag datang menebus perhiasan emas. Kemungkinan akan dipakai untuk merayakan Lebaran,” jelasnya kepada wartawan di kantornya.

Daroni menyatakan, aksi tebus perhiasan emas menjelang Lebaran jamak terjadi di Klaten dan juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Dia memprediksi, setelah Lebaran nanti para nasabah akan kembali menggadaikan barang berharga miliknya. Ditambahkan olehnya, perhiasan emas menjadi mayoritas barang gadai yang diterima Pegadaian karena hargannya cenderung naik dan penyimpannya lebih ringkas.

Salah seorang nasabah Pegadaian, Anik, 22, warga Duwet, Kecamatan Ngawen, mengaku menebus perhiasan untuk dipakai saat Lebaran. “Ya sudah saatnya nebus juga sehingga perhiasan saya ambil,” jelasnya. Menurutnya, perhiasan itu akan terus dipakai dan tidak akan digadaikan lagi.

rei

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…